Pertanyakan Kerusakan Jalan, Oknum PPK 1.4 BPJN XIV Sulteng Diduga Ancam Wartawan Media CYBER88
CYBER88 | Sulawesi Tengah - Terkesan sikap kurang terpuji di perlihatkan oleh oknum pejabat Kemeterian PUPR, Dirjen Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIV Sulawesi Tengah, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Propinsi Sulteng, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Wilayah Sulteng, Ruas Jalan Nasional Malala-Ogotua-Ogoamas-Tonggolobibi yang di jabat oleh Stenly Arthur Massie, Sabtu 03/09/2022
Berawal dari hasil investigasi kru media ini (Cyber88) pada sabtu 27/08/2022 di sepanjang ruas Jalan Nasional Malala-Ogotua-Ogoamas-Tonggolobibi yang menghubungkan antara Kabupaten Donggala dan Kabupaten Toli-Toli, yang mana pada ruas tersebut merupakan tanggung jawab dari (PPK) 1.4 Stenly Arthur Massie untuk menjaga dan memertahankan status jalan tetap dalam kondisi mantap, tanpa lubang, longsorong mapun tumpukan material sampai berminggu-minggu di badan jalan.
Namun faktanya di sepanjang ruas tersebut, lubang di badan jalan yang mirip seperti kubangan kerbau, seakan sudah tidak bisa terhindarkan lagi, tumpukan longsoran material yang telah menutupi sebagian badan jalan, juga menghiasi di ruas tersebut, dan juga ada sekitar 13 longsoran bagian atas 5 titik dan longsoran bagian bawah 8 titik di sepanjang ruas tersebut. Terkait longsoran tersebut telah di akui oleh PPK 1.4 pada saat di lakukan konfirmasi yang di terbitkan oleh media ini (Cyber88) pada edisi Rabu 31 Agustus 2022.
Dengan kondisi jalan yang hancur-hancuran sangat abnormal, ternyata di ruas tersebut, dua tahun ini (2021 dan 2022) ada sekitar Rp.27,526.923.000,00 uang rakyat yang di gelontorkan untuk pemeliharaan ruas jalan tersebut, melalui paket kontrak preservasi.
Seperti halnya pada tahun 2021 paket Preservasi di ruas tersebut di kerjakan oleh PT. Silkar National dengan nilai kontrak sebesar Rp.13,727.590,00, dan pada tahun 2022 dengan ruas yang sama di kerjakan oleh PT. Macini Raya Pratama, dengan nilai kontrak sebesar Rp.13,799.333.000,00, dan sebagai konsultan pengawas di kerjakan oleh PT. Disiplin Consult-KSO PT. Bermuda
Berawal dari pemberitaan media ini (Cyber88) pada edisi rabu, 31/08/2022 dengan judul “Jalan Nasional Bertahun-Tahun Hancur, Kontraktor, PPK dan Konsultan Diminta Bertanggung Jawab” selanjutnya pada edisi kamis, 01/09/2022 dengan judul Anggota DPRD Muhaimin Yunus Jadi, Sebut Ada Mafia Pada proyek Preservasi Jalan Kabupaten Donggala dan Toli-Toli”
Stenly Arthur Massie sebagai (PPK) 1.4 BPJN XIV Sulteng, bersama pihak kontraktor Hj.Salma Rahman direktur PT Macini Raya Pratama, langsung turun kelapangan pada, hal ini di sampaikan oleh Stenly Arthur Massie melalui pesan WhatsApp, dini hari sekitar pukul 09.33 wita, “saya akan OTW kelokasi mau cek rumput yang 2 meter apa ada ? ruas mana ? KM/STA berapa dan genangan air di debris/longsoran sehabis hujan, sama-sama direktur PT.Macini Raya Pratama, untuk segerah di tindak lanjuti”
Percakapan via WhatsApp pun berlanjut, namun ketika Stenly Arthur Massie, telah mengetahui salah satu gambar yang di kirimkan pada saat konfirmasi pada edisi sebelumnya, berupa foto ketinggian rumput yang telah mencapai 2 meter, bukan berada di ruasnya
Stenly Arthur Massie, langsung bereaksi, salah bukan di ruas saya foto rumput 2 meter tersebut, dan bapak telah naikan di media (CYBER88) sebanyak dua kali berturut-turut, saya minta bapak luruskan di berita, saya tidak anti kritik, tapi harus benar dan tepat biar saya segerah tindak lanjuti
Wartawan Media CYBER8, “ pak, semestinya bapak setelah di kirimkan foto tersebut (foto ketinggian rumput) bapak langsung klarifikasi kalau foto tersebut bukan di ruasnya bapak, kan bapak baru turun dengan pak Ka.Balai PJN XIV Sulteng, pada tanggal 27/8/2022, dan pastinya bapak paham dan mengetahui kondisi di sepanjang ruas bapak. Tapi bapak hanya memberikan tanggapan, “terimakasi infonya, hal itu akan di tangani melalui paket MYC tahun 2022-2023” bapak tidak perna membatah atau mengoreksi foto yang di kirimkan kru media CYBER88, bukan di ruas bapak.
PPK 1.4 Stenly Arthur Massie, saya cari fakta dan kebenaran dulu di lapangan, saya cek semua kekontraktor, penilik dan konsultan ternyata tidak ada, tapi sudahlah nga apa-apa, “kita tunggu saja selanjutnya”
Ketika Wartawan media CYBER88, melakukan konfirmasi terkait pesan yang di krimkan bernada ancaman tersebut, PPK 1.4 Stenly Arthur Massie, udah tidak membalas chat wartawan media ini.
Nasar Pakaya, salah satu aktivis pemerhati keadilan di provinsi Sulawesi Tengah, merasa geram jika benar oknum PPK 1.4 tersebut, mengirimkan pesan dengan nada mengancam “kita tunggu saja selanjutnya” kepada rekan media yang memberitakan terkait jalan nasional yang menjadi tanggung jawab dari oknum PPK 1.4 tersebut.
Kalau seorang PPK terkesan tidak mengetahui kondisi jalan di ruasnya, patut diduga oknum PPK tersebut sangat jarang turun dan berkantor di lapangan, atau jangan-jangan PPK 1.4 tersebut tidak memiliki kantor perwakilan di ruasnya, sementara jika tidak keliru setiap PPK dan Satker di BPJN, itu ada anggaran sewa kantor dan operasional setiap tahunnya.
Kami mendorong, agar APH (Polda dan Kejati) bisa segera turun melakukan lidik pada pelaksanaan proyek preservasi yang ada di ruas tersebut, baik itu, anggaran tahun 2021 maupun yang tahun 2022, jika membandingkan besaran anggaran yang di kucurkan oleh negara dengan kondisi ruas jalan tersebut, patut diduga ada sesuatu yang tidak normal dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Lanjut kata Nasar, jika oknum PPK tersebut tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, di persilahkan mengundurkan diri saja, dan kami meminta kepada Kepala Balai PJN wilayah XIV Sulteng, agar segerah melakukan evaluasi kinerja dari oknum PPK 1.4," ungkap Nasar ketika di hubungi dini hari melalui telepon seluler.


Komentar Via Facebook :