Ini Penjelasan Ketua Pelaksana dan Tokoh Adat Desa Karangasem Terkait Adanya Keluhan Warga Soal Iuran untuk Acara Adat Guarbumi

Ini Penjelasan Ketua Pelaksana dan Tokoh Adat Desa Karangasem Terkait Adanya Keluhan Warga Soal Iuran untuk Acara Adat Guarbumi

CYBER88 | Majalengka -- Terkait adanya Iuran wajib sebesar Rp.35 ribu untuk perayaan acara Adat Guarbumi di Desa Karangasem yang dipersoalkan oleh beberapa warga RW 03,07, dan 08 lantaran merasa keberatan, dikalrifikasi oleh Ketua Panitia Pelaksana Acara Adat Guarbumi dan Ketua Adat Desa Karangasem.

Pihak Panitia Pelaksana Acara Adat Guarbumi dan Ketua Adat Desa Karangasem tak terima dengan adanya pernyataan beberapa warga yang dimuat di media Cyber88 bertajuk "Warga Desa Karangasem Leuwimunding Keluhkan Adanya Besaran Iuran Wajib Satu Rumah Untuk Gelar Acara Adat Guarbumi ".

Hal itu dikatakan lantaran kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 6/11/ 2022 sudah berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah dengan sejumlah elemen masyarakat dan sudah direncanakan sejak jauh hari. 

Tarsidi menandaskan bahwa tidak ada pemaksaan karena ada warga yang kurang mampu. 

"Kami juga tahu, warga disini ada yang mampu dan ada yang kurang mampu,” Kata Tarsidi melaui WhatsApp pada Cyber88.co.id, Minggu (23/10/2022).

Tarsidi mengungkapkan, setelah adanya pemberitaan, pihaknya melakukan musyawarah dengan tokoh Masyarakat dan para RT, RW. Dalam musyawarah, pihaknya menanyakan pada masyarakat ternyata tidak ada yang keberatan.

Ujar dia, Gelar Acara Adat Guarbumi akan dimeriahkan hiburan Wayang golek. Adapun terkait anggaran biaya, lanjut dia, ditanggung bersama sama dengan para tokoh adat masyarakat, tokoh Agama, karangtaruna dan  RT RW.

"Anggaran acara Guarbumi ini mencapai dikisaran Rp.50 juta, sedangkan jumlah  rumah warga disini desa karangasem sebayak 1400 rumah dan belum tentu dari jumlah tersebut, semuanya bisa memberikan bantuan,” Katanya.

" Meski ada yang pro dan kontra, Tarsidi menegaskan, pihaknya akan tetap melaksanakan acara Adat ini, karena acara Guarbumi adalah Adat dan budaya leluhur kita semua.

Sail Usro, Tokoh Adat kembali menegaskan, agar masyarakat yang merasa dibebani atau keterpaksaan dalam memberikan iuran acara Guarbumi hajat adat, pihaknya tidak memaksa 

"Masyarakat sendiri mungkin perlu tahu, ini semua sudah melalui musyawarah waktu didesa, dan telah disepakati oleh semua yang hadir, karena ini adalah hajat Adat masyarakat yang harus kita junjung tinggi,” Jelas Sail Usro melalui WhatsApp

Menurutnya, budaya leluhur itu perlu dilestarikan, dan sekaligus sebagai bentuk rasa Bersyukur kepada Tuhan Yang  Maha Esa berikut memohon kan Doa Bagi Para leluhur yang telah mendahului kita. 

Terkait Acara Hajat Bumi Guarbumi ini, kata dia, bukan kehendak dari pihak pemerintah desa karena pihak desa hanya mempasiltasi tempat yakni di halaman desa.

Ia pun meminta kalau masyarakat belum jelas dipersilahkan datang temui pihak panitia kalau itu menjadi beban. Kalaupun ada yang keberatan atau kritikan yang sifatnya membangun pihaknya menerim.

"Kami selaku tokoh adat dan segenap jajaran ketua panitia dan tokoh masyarakat, kalau ada yang merasa keberatan dipersilahkan hadir agar ada titik terang untuk ke arah yang lebih baik, berlangsungnya acara hajat adat atau dikatakan Guarbumi sebagai adat budaya peniggalan dari leluhur kita semua, "Pungkas Sail Usro.

Komentar Via Facebook :