Diduga Tak Sesuai Spek, Rehabilitasi Jembatan Margaluyu II Cipeundeuy Bandung Barat Disorot Warga

Diduga Tak Sesuai Spek, Rehabilitasi Jembatan Margaluyu II Cipeundeuy Bandung Barat Disorot Warga

CYBER88 | Bandung Barat – Proyek rehabilitasi Jembatan Margaluyu II yang berlokasi di Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, yang dilaksanakan oleh PT Hafuza Hazrina Nusantara dengan anggaran Rp. 199.151.625 kini menjadi sorotan warga.

Pasalnya, material pasir yang digunakan dalam pengerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis serta para pekerja tidak memakai standar K3. 

Pantauan di lapangan pada Selasa, (29/07), terlihat aktivitas pengecoran pada struktur jembatan masih berlangsung. Sejumlah warga sekitar mengaku resah karena warna dan tekstur pasir yang digunakan berbeda dari biasanya dan terlihat banyak mengandung lumpur.

"Kami lihat pasirnya agak kecoklatan dan banyak tanahnya. Setahu saya kalau buat pemasangan pondasi dan tembok penahan tanah(TPT) jembatan harusnya pasir yang bersih, kasar. Takutnya nanti kekuatannya kurang," ujar Ujang, 45, warga Kampung Margaluyu yang rumahnya dekat lokasi proyek, Selasa 29/7/2026.

Warga khawatir jika material yang tidak sesuai standar ini dipaksakan digunakan, maka kualitas dan usia pakai jembatan tidak akan bertahan lama. Padahal Jembatan Margaluyu II merupakan akses vital penghubung antar kampung dan jalur distribusi hasil pertanian warga.

"Ini jembatan tiap hari dilewati truk sayur dan anak sekolah. Kalau ambruk lagi kan bahaya. Mending dari awal diawasi ketat," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas PUTR Kabupaten Bandung Barat belum dapat dikonfirmasi terkait spesifikasi material dan hasil uji mutu yang digunakan.

Berdasarkan aturan, setiap proyek infrastruktur wajib menggunakan material sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan harus melalui uji laboratorium. Penggunaan material di bawah standar dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam kontrak kerja dan UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Warga berharap ada pengawasan langsung dari Dinas terkait dan aparat penegak hukum agar proyek rehabilitasi ini benar-benar dikerjakan sesuai standar demi keselamatan pengguna jalan.

"Kami hanya minta transparansi. Kalau memang sudah sesuai spek, tunjukkan hasil uji lab nya ke masyarakat," pungkas Ujang.
(yus').

Komentar Via Facebook :