Keren, STIKes Budi Luhur Dibawah Naungan Yayasan Pambudi Luhur siap-siap Menjadi Institut Kesehatan

Keren, STIKes Budi Luhur Dibawah Naungan Yayasan Pambudi Luhur siap-siap Menjadi Institut Kesehatan

CYBER88 | Cimahi - Sejak berdirinya dari tahun 1981 dari Akademi Keperawatan (Akper) hingga kini sudah menjadi STIKes Budi Luhur, banyak hal yang telah di kembangkan hingga tahun 2022 STIKes Budi Luhur diberikan kepercayaan untuk membuka program studi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan. 

Dalam perkembangannya saat ini STIKes Budi Luhur sedang mempersiapkan diri untuk menjadi Institut Kesehatan. 

Disela-sela kegiatan angkat janji Praklinik dan pelepasan mahasiswa ke luar negeri, Ketua Yayasan Pambudi Luhur 1976, Ir. H. Achmad Zulkarnain. MT menyampaikan rasa bangganya akan pencapaian yang diraih oleh STIKes Budi Luhur.

Kepada awak media Achmad Zulkarnain menyampaikan pula Yayasan hanya sebagai badan penyelenggaranya namun kita terus mensuport setiap pengembangan yang dilakukan oleh STIKes seperti Program kelas internasional yang baru 3 tahun kita dirikan sekarang sudah menghasilkan.

Dengan pelepasan yang agak banyak untuk berangkat ke jepang dan negara lain pada tahun ini.

Dikelas internasional ini satu semester kita ke jepangnya kemudian diantara yg kita suport lagi adalah rencana strategis STIKes mau meningkatkan status institusinya menjadi institut kesehatan, jelasnya

Mereka saat ini sedang mempersiapkan tambahan 2 program studi S 1 nya mudah-mudahan 1-2 tahun kedepan bisa tercapai karena tahun kemarin kita bertambah satu S1 kebidanan untuk akreditasi institusi nya B tapi beberapa prodi kita sudah A. 

Untuk kelas Internasional diantaranya kita fasilitas kerjasama dengan penyedia tenaga kerja asing baik dengan LPK-LPK maupun dengan beberapa perusahaan penyedia tenaga kerja dan disini kita siapkan calon tenaga kerja ini dengan keahlian bahasa negara yang dituju apalagi untuk bahasa Jepang minimal sertifikasi N4. 

Untuk negara kuwait dan Saudi Arabia biasanya usernya langsung datang kesini kemudian mereka wawancara langsung kepada mahasiswa yang sesuai dengan kompetensi yang mereka harapkan, imbuhnya.

Secara statistik rata rata mahasiswa kita dari daerah karena profesi bidan dan perawat masih menjanjikan dan Alhamdulillah lulusan kita 100% terserap di lapangan pekerjaan dalam arti belum ada yang terdengar nganggur, jelas Achmad menutup pembicaraan.(yus')

Komentar Via Facebook :