Camat Bantarujeg Serta Kades Silihwangi Respon Cepat Persoalan Antara Perangkat dan Warganya. Ini Hasilnya

Camat Bantarujeg Serta Kades Silihwangi Respon Cepat Persoalan Antara Perangkat dan Warganya. Ini Hasilnya

CYBER88 | Majalengka, -- Camat Bantarujeg Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka Jawa Barat, Agus Heriyanto, merespon cepat terkait adanya tudingan dugaan pungli yang dilakukan oleh salah satu perangkat desa di wilayah kerjanya seperti diberitakan sebelumnya. Ia pun langsung melakukan konfirmasi pada Kepala Desa Silihwangi.

"Kami Selaku Camat Bantarujeg, sudah lakukan komfirmasi kepada Pa kades dan warga serta Kadusnya,” Kata Agus melalui WhatsApp saat dikonfirmasi Cyber88.co.id, Jumat (23/ 5/2025).

Menurut Agus, dari hasil konfirmasi yang dilakukannya, dugaan pungli itu tidak terjadi karena pihak warga baru menanyakankepada Kepala Dusus berapa biaya untuk mengurus dokumen kependudukan seperti KTP, KK dan Akta Kelahiran dan warga itu baru berencana membuatnya. Itu pun, rencananya akan bersama sama berangkat ke Pemkab Majalengka dan biaya itu merupakan biaya pemberangkatan.   

“Uang itu pun rencananya dipergunakan buat, bensin dan makan bareng-bareng. Seperti itu", Ucap Agus Heriyanto 

Adapun Biaya untuk bayar daftar BPJS saja 35 ribu perorang dan harus satu keluarga jadi berapa dan pada intnya, tidak ada tariff. Begitu hasil kompirmasi kami dengan pihak pemerintah desa tersebut dan perlu diketahui, itu tidak terjadi adapPungutan" Tambahnya.

Sementara itu, Asep, Kepala Desa Silihwangi mengatakan bahwa dirinya sudah memanggil perangkat dan warganya itu.

“Kami telah memanggil kadus dan warga kami. Alhamdulillah kami telah lakukan klarifikasi kepada kedua pihak dan hasilnya tidak pungutan,” Kata Asep.

“Warga kami baru menanyakan saja, Itupun juga pihak mereka untuk bersama – sama Berangkat bareng dan meminta dibantu untuk mengurus dokumen tersebut,” Imbuhnya.

Asep juga menjelaskan bahwa uang sejumlah Rp,500 ribu itu, belum diterima oleh perangkatnya dan uangnya juga masih dipegang oleh si pemohon.

“Dari hasil Musyawarah antara pihak perangkat desa dan warga, alhamdulillah pada saat itu juga dihadri oleh pihak Kepolisian dan permasalahan sudah Clear dan kondusif. Itulah hasil mediasi kami selaku kepala desa dan warga juga sudah minta maaf aras kesalahpahaman ini,"Jelas Asep

Dengan adanya kejadian ini, Asep berharap, untuk kedepannya hal seperti ini jangan sampai terulang kembali. 

“Mari kita bersama untui membangun desa dan menciptakan suasana yang kondusif. Kami pun mengucapkan terimakasih kepada media Cyber88 yang telah memberikan informasinya sebagai bahan pengingat terhadap kami semua. Intinya, kali akan melayani dengan sebaik – baiknya segala kepentingan masyarakat kami" Pungkasnya. (Tatang)

Komentar Via Facebook :