Proyek SPAM Bandung Timur Kembali Menjadi Sorotan PERUMDA dan PT Air Bandung Timur Bantah Kurang Sosialisasi
Cyber88 | Kabupaten Bandung - Warga petani Desa cipejeuh Kecamatan pacet untuk kesekian kalinya geruduk aktivitas pekerjaan proyek galian SPAM PDAM Bandung timur yang di kerjakan PT KJA ( Kalirandoe Jaya Abadi) subkon PT ABT (Air Bandung Timur ) di Desa cipejeuh Kecamatan pacet Kabupaten Bandung kamis 7/8/2025 warga petani yang menolak mengambil air dari citarum yang menurutnya akan mempengaruhi pasokan air ke desa cipejeuh kecamatan ciparay diwaktu kemarau.
Ramainya pernyataan sikap kepala desa cipejeuh Deden ghofaro pada chanel youtube, menurut Deden masyarakatnya banyak yang wa pekerjaan kenapa berjalan kembali di sebagian desa yang lain. yaitu mendengar hoax di dengar salah satu warga nya di dalam akutan umum (angkot) kenapa pekerjaan ini berjalan kembali, karna kepala desa cipejeuh diduga telah menerima uang 100 juta menurutnya itu tidak benar hanya berita hoax, deden kembali menegaskan bahwa mengaku belum pernah ada sosialisasi PDAM ke desa cipejeuh terkait dengan pekerjaan spam bandung timur dan deden mempertanyakan per izinan administrasi kepada perumda dan meminta bagaimana solusi untuk warga petani di wilayahnya.
Di lain tempat kepada cyber88.co.id jawa barat general manager PT bestindo sebagai mitra perusahaan PT ABT ( Air bandung Timur ) muhamad nasofi mengatakan bahwa kita selalu mencoba bersosialisasi kepada tokoh masyarakat untuk dapat memberikan informasi dan edukasi terkait pekerjaaan proyek SPAM bandung timur, tentunya perizinan kita semua sudah lengkap dari sebelum pekerjaan ini dimulai dan diresmikan pemerintah Kab Bandung dengan tidak melupakan aturan undang undang yang berlaku di Negara ini, kami akan melaksanakan pekerjaan ini sebaik baiknya.
Di konfirmasi redaksi cyber88.co.id Humas Perumda Tirta raharja melalui sambungan telepon Anggi menanggapi tuntutan kepala Desa cipejeuh untuk sosialisasi kepada masyarakat mengatakan, kami sudah berkali kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan paguyuban rahayu dialog publik sudah di bangun bahkan paguyuban rahayu melayangkan surat audensi kepada komisi B dan sudah dua kali tidak hadir dalam rapat tersebut ini menjadi tanda tanya kenapa seolah tidak mau mengerti dan membingungkan kami, ada apa dan kenapa ,apakah salah dalam hal ini mengambil air dari CItarum ,apakah salah perusahaan BUMD bekerjasama dengan swasta untuk mengembangan pelayanan penyediaan air bersih bagi masyarakat.pungkasnya


Komentar Via Facebook :