Langkah Cepat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Menuju Sumatra Barat: Seruan Kemanusiaan untuk Kita Semua
CYBER88 | Jabar, -- Ditengah duka yang menyelimuti Sumatra Barat dan Aceh, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berangkat bersama rombongan Pemprov Jabar pada Kamis (4/12/2025), membawa satu misi besar: menolong sesama yang sedang berjuang melawan luka bencana.
Dengan pesawat charter Susi Air yang penuh muatan logistik, rombongan terbang menuju wilayah terdampak. Bukan sekadar perjalanan dinas—ini adalah perjalanan kemanusiaan, perjalanan melintasi awan menuju mereka yang saat ini kehilangan rumah, harapan, bahkan anggota keluarga.
“Pesawat Susi Air kami charter untuk membawa barang-barang bantuan yang akan langsung didistribusikan ke wilayah terdampak,” kata Dedi, penuh ketegasan namun tak bisa menutup kekhawatiran yang ia rasakan.
Bagi Dedi, perjalanan ini juga pribadi. Ia berharap menemukan kabar tentang anggota keluarganya yang hingga kini hilang kontak akibat bencana di Aceh. Dalam situasi seperti ini, kemanusiaan tak pernah mengenal jabatan. Kita semua sama—rentan, berharap, dan saling membutuhkan.
Membeli Bantuan di Lokasi: Demi Cepatnya Pertolongan
Pemprov Jabar memutuskan untuk membeli seluruh kebutuhan bantuan langsung di Padang. Langkah ini bukan hanya strategi, tetapi bentuk empati yang konkret: mempercepat penyaluran, menggerakkan ekonomi warga lokal, dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
“Barang di wilayah lain sulit didapat dan harganya mahal. Karena itu, kami memutuskan belanja langsung di Sumatra Barat,” jelas Dedi.
Hingga hari ini, terkumpul Rp 7 miliar dari berbagai pihak:
KDM Rp 1 miliar, KADIN Rp 1 miliar, Apindo Rp 1 miliar, Korpri Rp 300 juta, Baznas Rp 500 juta, BJB Rp 2 miliar, serta donatur lain yang enggan disebutkan namanya namun besar hatinya tak terukur.
Ini bukan sekadar angka—ini adalah wujud cinta, kepedulian, dan gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa ini sejak dulu.
Menembus Daerah yang Belum Tersentuh Bantuan
Dua pesawat Susi Air disiapkan untuk mengantar bantuan ke titik-titik paling sulit dijangkau—daerah yang bahkan kendaraan besar pun masih belum bisa menembusnya.
“Pesawat itu akan mengirimkan barang-barang langsung ke daerah-daerah yang sangat sulit dijangkau,” ujar Dedi.
Di sana, mungkin ada anak-anak yang sudah berhari-hari tidur di pengungsian. Ada orang tua yang masih berdiri di antara puing rumah mereka. Ada warga yang hanya berharap sekepal bantuan agar bisa bertahan hari ini.
Saatnya Kita Ikut Bergerak
Aksi cepat yang dilakukan Pemprov Jabar menjadi bukti bahwa ketika satu daerah terluka, seluruh Indonesia merasakannya.
Namun, beban ini terlalu berat jika hanya dipikul oleh satu tangan.
Dalam situasi seperti ini, kita semua dipanggil oleh nurani yang sama:
untuk ikut mendonasikan apa yang kita bisa,
untuk mengulurkan tangan kepada mereka yang tersisa dalam bayang-bayang bencana,
untuk menguatkan kembali saudara-saudara kita yang tengah kehilangan segalanya.
Tidak semua dari kita bisa terbang ke lokasi bencana. Tetapi setiap dari kita bisa menjadi bagian dari pertolongan.
Setetes bantuan dari kita hari ini bisa menjadi secercah harapan bagi mereka yang sedang menunggu uluran tangan.
Karena pada akhirnya, ketika bencana menghantam tanah manapun di negeri ini, yang tersisa adalah kemanusiaan—dan kemanusiaan selalu lebih kuat jika diperjuangkan bersama.


Komentar Via Facebook :