SMKN 1 Rengasdengklok Tetap Pantau Perkembangan Pembelajaran Daring Untuk Bahan Evaluasi

SMKN 1 Rengasdengklok Tetap Pantau Perkembangan Pembelajaran Daring Untuk Bahan Evaluasi

CYBER88 | Karawang - Pemberlakuan sistim pembelajaran Daring atau Online bagi siswa siswi ditengah mewabahnya Pandemi Covid 19 merupakan salah satu upaya memutus matarantai penyebaran Covid 19.

Adanya sistim pembelajaran Daring ini menuai pro dan kontra ditengah masyarakat selaku orangtua siswa, pasalnya tidak semua orangtua siswa mampu dan mengerti perihal teknologi, sehingga menjadi sebuah kendala tersendiri ditengah masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, pihak SMKN 1 Rengasdengklok sebelumnya melakukan pendataan dan dari pendataan tersebut ada 4 item yaitu, kesatu siswa yang memiliki handphone dan memiliki kuota, kedua siswa memiliki handphone dan memiliki kuota namun terkendala jaringan, ketiga Siswa mempunyai handphone namun tidak memiliki Kouta karena tidak mampu, dan keempat siswa tidak mempunyai handphone.

Dari 4 item tersebut, dengan junlah siswa 1500, berdasarkan pendataan dari wali kelas didapati ada 75% siswa yang mempunyai handphone dan memiliki kuota dengan jaringannya yang bagus.

20 persen siswa yang mempunyai handphone dan memiliki, namun jaringannya jelek dan dengan siswa yang mempunyai handphone namun tidak memiliki kuota,

5 persen nya lagi yaitu siswa yang tidak mempunyai handphone. Jelasnya Aos Sogiri selaku Wakasek Kurikulum SMKN 1 Rengasdengklok, kepada cyber88.co.id,” Selasa (28/07/2020)

Bagi siswa yang mengalami kendala tersebut, sambung Aos, maka pihak Sekolah harus melakukan terobosan dengan visitasi, dimana Guru atau Wali kelas membuatkan tugas seminggu sekali yang kemudian diberikan kepada siswa dengan cara datang ke rumah siswa atau siswa datang ke sekolah mengambil tugas lembar kerja, jadi bukan sistim Daring. Ungkapnya

Lebih jauh lagi, ia (Aos.red) menegaskan bahwa dalam satu Minggu ini, kita (Pihak SMKN 1 Rengasdengklok.red) masih melakukan evaluasi, pasalnya, siswa yang mempunyai handphone dan kuotapun masih mengalami kendala jaringan.

Karena untuk jaringan ini tidak bisa dipastikan baik buruknya suatu jaringan disuatu wilayah, maka dari itu harus memikirkan hal lain, yaitu metode-metode selain IT, yang walaupun IT sendiri itu bagus, namun kendala-kendala IT juga harus kita pecahkan solusinya harus bagaimana.

Maka dari itu kita pantau perkembangannya hingga hari Kamis (30/7) tentang kendala apa yang dihadapi siswa dalam pembelajaran jarak jauh ini dengan sistim Daring yang kemudian kita laporkan ke KCD. Tegasnya

Ditempat dan waktu yang sama Dedi Jubaedi selaku Kepala SMKN 1 Rengasdengklok memaparkan perihal akan kembali ke Sekolah seperti yang ramai diperbincangkan.

Maka pihak Sekolah mempersiapkan mulai dari handsanitizer, alat pencuci tangan hingga alat pengukur suhu tubuh serta siswa wajib mempergunakan masker, dan persyaratan Sekolah yang bisa melaksanakan hal tersebut, yaitu dimana letak wilayah sekolah berada di zona hijau saja, sementara untuk zona hitam, merah, kuning maupun merah, belum bisa melaksanakannya, Pungkasnya. (Hys)

Komentar Via Facebook :