Diduga Pejabat Berbagi Proyek Milyaran dan Dapat Jatah Fee

Diduga Pejabat Berbagi Proyek Milyaran dan Dapat Jatah Fee

CYBER88 | Empat Lawang -- Walaupun negara saat ini dilanda pandemi Covid-19 namun pembangunan infrastruktur tetap berjalan, salah satunya pembangunan akses jalan menuju perkebunan yang ada di beberapa Desa dalam Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.

Pembangunan pengerasan dan pelebaran tersebut hanya di hampar pasir dan batu juga tanpa ada gorong-gorong dan saluran drenaise yang ada di Desa Sawah, Desa Niur dan Desa Talang Benteng, yang tembus ke wilayah perkebunan Peraduan Ijut Desa Babatan Kecamatan Lintang Kanan.

Saat tim media menelusuri beberapa titik pembangunan tersebut khususnya yang berada di Desa Niur tidak melihat para pekerja namun tim bertemu salah seorang penjaga alat berat dan mengkonfirmasi terkait proyek tersebut. 

"Saya hanya penjaga alat berat, untuk lebih detail informasi proyek ini, silahkan temui pelaksana lapangan pak Yunus” ujar Dadang kepada awak media cyber88.co.id.

Saat Tim media melakukan konfirmasi kepada Yunus selaku pelaksana lapangan terkait proyek menyampaikan banyak kendala dan pembengkakan pengeluaran untuk proyek pengerasan jalan, Rabu (23/12/2020) sekira pukul 14:00. 

"Biaya yang harus di keluarkan proyek ini 12% PPH + PPN dan fee 20%, untuk bangunan Boks Culvert atau gorong-gorong terkendala karena di dalam RAB san SPEK proyek tidak ada menyediaan alat berat sehingga kami mengalami pembengkakan pengeluaran, seperti disampaikan Pak Memed selaku bosnya," ujar Yunus menirukan pembicaraan bos.

Lebih lanjut Yunus mengatakan,  proyek ini sama saja dengan proyek yang ada di desa lain seperti yang dikerjakan oleh Sekretaris Camat Pendopo yang anggaran proyeknya lebih besar dari yang kami kerjakan.

"Semua proyek ini bantuan dari Bupati Langsung yang disalurkan oleh Gubernur dan memerintahkan Bupati untuk membagikan serta menunjuk pelaksaan pekerjaan untuk proyek ini," Papar Yunus.

Masih menurut Yunus, sebenarnya proyek ini di pelaksaannnya diambil anggota DPR yang berinisial Dy dengan Mmd dan Bupati.

"Saya disini hanya disuruh bekerja, kalau bos dapat untung saya ikut dapat kalau tidak ya sudah dan sebenarnya proyek ini dari awal memang sudah bermasalah," keluhnya.

Terkait plang papan proyek Yunus menjelaskan memang belum dipasang dan menurut bos (memed/red) papan proyek akan dipasang setelah proyek ini selesai nanti,  karena itu urusan Dinas Pekerjaan Umum.

Saat ditanya siapa saja orang dari PU yang sering datang kelokasi ini, tanpa ragu Yunus mengatakan kalau dari yang sering datang kesini adalah Pak Eko, sembari mengakhiri bincangnya dengan awak media cyber88.co.id. (Tim)

Komentar Via Facebook :