Baru Seumur Jagung, Drainase di Rejang Lebong Sudah Hancur

Baru Seumur Jagung, Drainase di Rejang Lebong Sudah Hancur

CYBER88 I Rejang Lebong -- Salah satu kegiatan yang bersumber dari APBN pusat melalui Kementerian PUPR melalui Dinas PUPR Propinsi Bengkulu tahun 2020. Kegiatan pembangunan drainase ke persawahan untuk melancarkan perairan sawah masyarakat. Sabtu, (20/03/21).

Sangat disayangkan, salah satu kegiatan drainase yang terletak di desa Tanjung Beringin Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu, yang di bangun tahun 2020 sudah hancur. 

Lebih kurang hampir 10 meter di sisi kiri dan kanan tembok drainase hancur. Sementara usia tembok masih terbilang seumur jagung. 

Dengan keadaan ini, sangat di ragukan kualitas semen dan pasir yang di gunakan, sehingga dapat di prediksikan timbulnya kerugian negara.

Kepada kru wartawan cyber88.co.id, seorang warga setempat, HR (41) mengungkapkan kekecewaannya.

"Lihatlah pak keadaan siring di sektor persawahan masyarakat desa kami ini yang di bangun tahun 2020 kemarin, sekarang sudah hancur seperti ini. Dapat kita lihat secara bersama pak, kualitas adukannya tentu kurang sehingga mengakibatkan fisik bangunan sangat rapuh dan gampang hancur. 

Bagaimana kami mau bersawah jika airnya tidak sampai dan kami sangat berharap kepada pemerintah daerah  agar dapat mengambil tindakan dan membenahi siring ini lagi sehingga kami bisa lagi bercocok tanam," terangnya.

Saat kru wartawan melakukan investigasi di lapangan, tidak ada di temukan papan merk, baik yang masih terpasang maupun yang sudah di copot.

Dalam hal ini akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan mencari data melalui LPSE APBN Kementrian PUPR tahun 2020 dan mengecek sampel ke laboratorium guna untuk mengetahui berapa semen dan pasir yang di gunakan di dalam pembuatan drainase di desa Tanjung Beringin ini.

Kru media ini mencoba mengkonfirmasi pihak kontraktor melalui via telfon dan WhatsApp dan dijawab via telfon oleh Ari.

"itu kegiatan dari kementerian PUPR, dana APBN yang sampai saat ini belum juga cair dan mengenai kerusakan itu coba saya tanyakan lagi kepada pihak yang bertanggung jawab di lapangan yang mengerjakan. 

Saya tidak bisa banyak menjelaskan nanti takut salah dan tidak pas jadi nanti saya tanyakan dulu dan akan saya kabarkan lagi," jelasnya.

Hingga berita ini di rilis, kegiatan ini tidak di ketahui berapa anggaran yang di kucurkan.

Masyarakat desa Tanjung Beringin berharap, agar proyek ini dapat segera diperbaiki.

 Karena jika dilihat dari kualitas tembok, di duga ada indikasi korupsi, sehingga baik warga yang punya sawah dan masyarakat umum berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait. 

Dan jika terbukti dugaan korupsi, sesuai pelanggaran di proses hukum serta undang-undang yang berlaku. 

Komentar Via Facebook :