Asal Muasal Pengerjaan 50 Paket Semenisasi di Rumbai Barat Dibantah Jasrul

Proyek 50 Paket Semenisasi, Camat Rumbai Barat Terkesan Tidak Tahu dan Masa Bodoh

Proyek 50 Paket Semenisasi, Camat Rumbai Barat Terkesan Tidak Tahu dan Masa Bodoh

CYBER88 | Pekanbaru - Misteri antara Jasrul selaku Camat Rumbai Barat dan beberapa pihak kelurahan Maharani terkait pengerjaan kurang lebih 50 paket proyek semenisasi TA 2021 di kelurahan Maharani kecamatan Rumbai Barat kota Pekanbaru harus diselesaikan. Sabtu, (6/11/21).

Sebelumnya kru CYBER88 sudah melakukan konfirmasi langsung kepada Plt Lurah Maharani Munawir dan Sayudi Kasi Pemerintahan.

Pada Jumat (5/11/21) kembali kru CYBER88 mencari informasi lebih jauh lagi kepada Jasrul sebagai pimpinan tertinggi di  kecamatan Rumbai Barat. Diruang kerjanya dengan tegas membantah mengetahui terkait pengerjaan kurang lebih 50 titik semenisasi pagu anggaran tahun 2021 dikelurahan Maharani.

"Siapa yang mengerjakannya saya tidak tahu, saya tidak pernah melihat atau diperlihatkan Zulkifli S Sos mantan lurah Maharani yang kini harus berurusan dengan pihak Polresta Pekanbaru berkas surat menyurat terkait semenisasi tersebut.

Jangan kan saya, LPM Maharani saja tidak mengetahui dari mana sumber anggaran nya, memang benar ketua LPM Maharani ikut bekerja dalam pengerjaan semenisasi tersebut, itupun sebagai pekerja.

Saya saja gempar mendengarkan nya adanya pengerjaan Semenisasi begitu banyak di kelurahan Maharani, setelah informasi ini naik kepermukaan barulah saya tau bahwa banyak pengerjaan semenisasi disana.

Namun yang jelas silahkan tanyakan kepada ketua LPM Maharani sebab ia ikut bekerja harian pada saat itu," ucap Jasrul. 

Dari keterangan yang diperoleh, Munawar dan Sayudisama sama sekali tidak mengetahui dari mana sumber anggaran semenisasi tersebut mereka juga tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana bahkan berapa banyak proyek Semenisasi itu. Ironisnya lagi satu arsip pun tidak ada di kelurahan Maharani terkait cerita asal muasal semenisasi.

Berbeda dengan informasi yang didapat dari Suhardi ketua LPM Maharani, menurut dia jumlah semenisasi yang dikerjakan ada 50 titik bahkan ia ikut bekerja harian selama proyek siluman tersebut berlangsung bahkan ia juga memperkuat keterangannya ia ketahui semua jumlah titik semenisasi dikarenakan ia anak putra daerah disana.

Hasanul Arifin (Sekretaris DPP For LSM Riau Bersatu) kembali memberikan keterangan terkait kura kura dalam perahu pengerjaan proyek semenisasi itu. 

"Entah io entah nda, ntah buayo ntah katak badaruak, keterangan yang diberikan Jasrul tersebut sangat tidak logika semua.

Terkecuali pengerjaannya hanya 2 sampai 3 tidak titik masih masuk diakal, dengan jumlah lebih 50 titik, menurut saya Jasrul kurang terbuka.

Sebagai pucuk pimpinan tertinggi di kecamatan Rumbai Barat sangat tidak logis ia tidak mengetahui kinerja bawahannya, jangan lah jika prestasi yang didapat bawahannya seorang pimpinan yang dapat nama.

Seklur dan Kasipem yang menjabat sedikit banyaknya pasti mengetahui asal muasal semnisasi tersebut, kedepannya DPP Forum LSM Riau Bersatu akan berkordinasi kepada Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT terkait asal muasal semnisasi tersebut serta meminta keterangan resmi orang nomor satu di Pekanbaru tersebut apakah bantahan Jasrul yang menyatakan ia sama sekali tidak mengetahui asal muasal pengerjaan Semenisasi atau ada yang disembunyikan," tukas bung Arif. 

Secepatnya juga DPP Forum LSM Riau Bersatu akan berkordinasi kepada inspektorat Pekanbaru agar sesegera mungkin turun kelapangan dan mencari keterangan asal usul semenisasi tersebut serta memberikan keterangan resmi kepada publik seperti menyampaikan seperti apa yang sebenarnya.

"Saya berpendapat bahwa camat Rumbai Barat masa bodo terkait hal itu, Statement yang terlalu mengada ada. 50 paket semenisasi bukan hal sepele, RT saja untuk menyemen jalan tempat tinggalnya harus lapor ke camat, 50 paket tidak lapor ke camat?! Bullshit kata orang londo," ucapnya dengan nada tertawa menutup wawancara. 

Komentar Via Facebook :