Rp 29 Milyar Lebih Pemkab Lamsel Kucurkan Untuk Kecamatan Sidomulyo
CYBER88 | Lamsel -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kucurkan anggaran pembangunan untuk Kecamatan Sidomulyo sebesar Rp. 29.501.011.824.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sidomulyo, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), yang digelar di lapangan desa Sidorejo, Rabu (2/2/2022) kemarin
Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menjelaskan terdapat beberapa titik Jalan koridor di wilayah Kecamatan Sidomulyo, Way Panji dan Palas yang akan dibangun ditahun ini, dengan jarak keseluruhan yakni 28,68 kilometer dan biaya pembangunan sebesar Rp. 46 miliar.
Jalan Koridor yang akan dibangun, yaitu terdapat di desa Talang Baru hingga desa Sidomulyo dengan jarak 3,5 kilometer.
Kemudian, dari Desa Sidomulyo hingga desa Sidoharjo dengan jarak 8,88 km dan Jalan Koridor desa Sidoharjo hingga desa Sidomakmur dengan jarak 5,5 km.
Selanjutnya, Jalan Koridor desa Sidomakmur hingga desa Bumidaya dengan jarak 4,04 km dan yang terakhir, yaitu Jalan Koridor desa Bumidaya hingga desa Palas Bangunan dengan jarak 6,7 km.
"Tahun ini dibangun , harapan saya pak Kades lebih giat lagi untuk gotong royongnya, tadi saya berhenti di jembatan desa Sidowaluyo, banyak tumbuh rumput liar coba ajak warga untuk gotong royong. Jangan minta pembangunan tapi gak dirawat," ujar bupati.
Nanang juga menjelaskan kegiatan Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah, Hal itu tertuang dalam Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan.
Ditegaskan Nanang, agar Pemerintahan Kecamatan dan Desa dapat terus menggali potensi-potensi yang terdapat di wilayahnya, guna meningkatkan perekonomian masyarakat yang sempat menurun akibat adanya wabah virus corona-19.
"Pak Kades lihat potensi daerahnya, apa yang dibutuhkan untuk menumbuhkan ekonomi di Desa.
Pemerintah pusat telah membagikan DD (Dana Desa) langsung dikelola oleh Desa, maka saya minta para Ka.Desa bisa menggali Potensi di Desanya."ungkap Nanang.
Bupati Nanang juga mengatakan, " Kabupaten Lampung Selatan telah masuk dalam kategori miskin. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pergerakan masyarakat dan para pengusaha yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.
"Lampung Selatan sekarang masuk dalam wilayah kategori miskin. Akibat pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil akibat pandemi Covid 19. Pemerintah Kabupaten tidak dapat berdiri sendiri, butuh bantuan dari Kecamatan dan Desa untuk terus menjaga, mensosialisasikan protokol kesehatan di lingkungan,” ujar Nanang dalam sambutannya.
Meski demikian, Nanang juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan saling mengingatkan dalam menerapkan protokol Kesehatan Covid-19.
"Kuncinya adalah kita bersama-sama menjaga protokol kesehatan, tidak berhenti, terus menerus. Kita sudah merasakan 2 tahun ini kita vakum segala- galanya, aktifitas kita dibatasi, Hingga saat ini alhamdulillah lampung selatan level 1. Tapi bukan berarti, semau kita, Tidak menerapkan protokol kesehatan," terang Nanang.
Nanang berharap, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan berkelanjutan, pergerakan masyarakat juga dapat pulih kembali seperti sedia kala. Dengan demikian, akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi daerah.
"Mudah-mudahan seluruh elemen masyarakat dapat menjaga protokol kesehatan ! Kuncinya kepedulian, kebersamaan dan gotong royong.
Pertumbuhan ekonomi kita terganggu, pembangunan kita terganggu, maka harapan saya seluruh elemen peduli untuk menerapkan protokol kesehatan," pintanya.
Hadir dalam kegiatan Musrenbang Kecamatan Sidomulyo, Anggota DPRD Lampung Selatan, A.Bakri, Sutaji,Malik ibrahim, Sekda Thamrin pejabat utama dan Kepala OPD dilingkup Pemkab Lamsel, Ketua TP PKK Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto,serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Yani. (Andy)


Komentar Via Facebook :