Diduga Ada Pungli Penyaluran BPNT di Desa Mandalawangi
CYBER88 | KBB - Kementrian sosial melalui surat edaran tanggal 12/02/2022 menyampaikan bahwa penyaluran BPNT untuk periode januari-maret tahun 2022 dilaksanakan secara tunai melalui PT POS Indonesia dengan tujuan untuk mempercepat penyaluran BPNT th 2022 dan penerima boleh membelanjakan kebutuhannya di warung mana saja dengan harga yang sesuai dengan harga pasar.
Kebijakan ini diambil tentunya untuk memotong segala birokrasi dan pungli disaat pandemi berkepanjangan melanda dunia dan sangat terasa dampaknya bagi masyarakat luas.
Hasil penelusuran Cyber88.co.id dibeberapa kecamatan yang ada di Bandung Barat ternyata masih ada beberapa kecurangan dari mulai oknum aparatur Desa yang bekerja sama dengan e waroeng/agen untuk memaksa masyarakat belanja di agen yang telah ditunjuk maupun pungli oleh beberapa oknum RW.
Di Desa Mandalawangi kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat,masyarakat setelah menerima bansos BPNT malam harinya mereka didatangi oknum RW yang meminta dana Bansos BPNT dengan dalih sebagai uang terima kasih senilai Rp.10.000 - Rp.30.000 yang dimana uang tersebut dialokasikan untuk perbaikan jalan, pembangunan pos yandu dan lain sebagainya.
Kepala Desa Mandalawangi Peranika, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp(26/02) menyampaikan, " Saya tidak memerintahkan dan tidak mengetahui masalah ini di lapangan tapi memang pembangunan di Desa kami terhambat akibat pandemi ini dan saya akan segera menyelidiki masalah ini dilapangan untuk segera diperbaiki agar tidak menimbulkan kegaduhan." Ujarnya.
Asep sopian, salah seorang pemerhati kebijakan publik di Cipatat angkat bicara mengenai hal ini," Ini hak rakyat yang harus disampaikan dengan amanah apalagi dimasa pandemi ini sangat berarti sekali bagi masyarakat bawah kenapa harus selalu ada penyimpangan dan pungli,"
" nilai segitu akan sangat berarti sekali buat mereka, kalau masalah pembangunan dan lain-lain itukan ada dana Desa yang cukup besar jangan berdalih dengan masalah pandemi karena pandemi ini bukan hanya terjadi di Cipatat tapi semua Desa yang ada di Indonesia." Tegasnya.
Kami sangat menyayangkan hal ini dan akan terus mengawal setiap kebijakan pusat dan daerah agar betul-betul terlaksana di lapangan dan bila perlu kami akan berkirim surat ke Tim Tipikor untuk memeriksa seluruh Desa yang ada di Bandung Barat berdasarkan bukti bukti yang telah kami kumpulkan,imbuhnya.
(Yus')


Komentar Via Facebook :