Kepsek SMPN 9 Kaur Keluhkan Kekurangan Tenaga Pengajar, Akreditasi Sekolah Terancam Penurunan
CYBER88 | Kaur -- Satu Negara bisa berkembang dengan baik kalau generasi penerusnya memiliki ketangguhan dalam segala bidang. Semua itu tentu saja tak akan lepas dari peran guru yang memiliki peran sangat penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas.
Guru juga merupakan cerminan kualitas pendidikan, artinya jika guru dan mekanisme mengajar dilakukan dengan baik, tujuan menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan berkarakter akan dicapai.
Dalam dunia pendidikan, selain aturan penyelenggaraan dan sarana pendidikan, tenaga pengajar atau guru merupakan faktor utama sejauh mana keberhasilan pendidikan bisa diraih. Tanpa adanya guru, menjadi mustahil pendidikan itu sendiri bisa berjalan.
Namun, terkadang kesejahteraan guru sedikit terabaikan oleh pemerintah. Padahal sama - sama kita tau bahwa fungsi guru didalam kehidupan ini, sangatlah besar lantaran tugan guru, tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran saja.
Apa jadinya kalau di sebuah sekolah, kekurangan guru dalam belajar mengajar.Tentu memiliki dampak yang teramat sangat. Belum lagi ada kemungkinan berdampak pada penilaian Akreditasi Sekolah yang bersangkutan.
Bagi siswa, manfaat akreditasi sekolah yaitu sebagai acuan atau pertimbangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, pindah sekolah ataupun karir/ pekerjaan di masa depan. Bagi alumni atau lulusan, akreditasi sekolah sangatlah membantu penyerapan dalam dunia kerja.
Seperti dialami oleh SMPN 9 Kaur Provinsi Bengkulu yang kekurangan tenaga pengajar. Hal tersebut disampaikan Histi Maryani saat ditemui Cyber88.co.id Bengkulu Kamis (20/7/2022).
Histi Maryani mengungkapkan, dirinya telah berulang kali meminta pada pihak terkait bahwa di Sekolah yang dipimpinnya kekurangan tenaga mengajar terutama mata pelajaran Olah Raga, Seni, Tata ria, sementara IPA satu tenaga, Bahasa indonesia satu tenaga juga Matematika hanya satu tenaga Pengajar Untuk Siswa - Siswi yang berjumlah 300 lebih dalam 12 ruangan.
Dengan keadaan seperti ini, lanjut Histi Maryani pihaknya meragukan untuk menggapai tingkat pelayanan yang maksimal pada Siswa - Siswinya.
Disisi lainnya ia juga meragukan dalam penilaian Akreditasi karena komponen-komponen yang harus dievaluasi (dinilai) dalam akreditasi sekolah meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan.
Sementara, Muslim, Kabid Dikdas Kabupaten Kaur ketika dimintai keterangan menyangkut hal ini melalui WhatsApp belum memberikan keterangan apapun. (Riko)


Komentar Via Facebook :