PPK 2.3 dan Satker Wilayah II BPJN Sulten Terkesan Takut Beberkan Pekerjaan Alokasi tiga ruas jalan di Sulawesi Tengah
Indikasi Kebocoran Dana Swakelola Miliaran Rupiah, Pejabat Nurhasana dan Rhismono Memilih Bungkam
CYBER88 | Sulawei Tengah - Ada apa dengan pejabat Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIV Palu, Satuan Kerja (Satker) Wilayah II Sulawesi Tengah, Rhismono. Dan Nurhasana sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.3) jalan nasional ruas Tawaili-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli dengan panjang 45 kilo meter.
Yang masih memilih bungkam ketika di konfirmasi terkait pelaksanaan anggaran milyaran rupiah yang di kerjakan secara swakelola. Kamis, (06/10/2022)
Pada edisi sebelumnya, PPK 2.3 Nurhasana terkesan takut memberikan konfirmasi dan kalrifikasi terkait dugaan kebocoran anggaran milyaran rupiah pada pelaksanaan anggaran sebesar Rp.4,1 miliar, yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2022. Anggaran tersebut di alokasikan untuk pemeliharaan rutin jalan sebesar Rp.3,4 miliar sementara untuk rutin jembatan sebesar Rp.700 juta rupiah, yang di kerjakan langsung oleh Nurhasana sebagai PPK 2.3 pada ruas tersebut, dengan sisitem Padat Karya Tunai (PKT)
Berdasarkan hasil investigasi media ini pekan lalu pada ruas Tawaili-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli yang di tangani dengan anggaran sebesar Rp.4,1 miliar tersebut, tidak ada terdapat pekerja di lapangan sebagaimana yang di sampaikan oleh PPK 2.3 Nurhasana pada salah satu media onlaine di kota palu, bahwa untuk rutin jalan ada sekitar 150 orang tenaga kerja dan untuk rutin jembatan ada sekitar 100 orang tenaga kerja, yang di pekerjakan berdasarkan Harian Orang Kerja (HOK)
Pantauan media ini, bukan hanya tenaga kerjanya yang tidak tampak di lapangan, ternyata masih sangat banyak kerusakan badan jalan dan bahu jalan di sepanjang ruas tersebut, bahkan terdapat di beberapa titik saluran drainase yang tersumbat, sehingga mengakibatkan air hujan merembes naik kebadan jalan
Dan yang lebih mengerikan terdapat lubang yang menganga cukup besar seperti sumur tua, berada di pingiran aspal, seakan terjadi pembiaran, bahkan tidak adanya rambu tanda bahaya di titik tersebut, sementara posisi lubang tersebut tepatnya berada di tikungan yang di setiap saat mengintai keselamatan pengguna jalan.
Kembali PPK 2.3 Nurhasana dan Kepala Satuan Kerja (Ka.Satker) Wilayah II Sulteng Rhismono selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) masih memilih bungkam, ketika di lakukan konfirmasi via WhatsApp pada Kamis, (6/10/2022).
Nurhasana dan Rhismono sebagai pejabat yang paling bertanggung jawab pada pelaksanaan anggaran swakelola di ruas tersebut. Sangat di sayangkan kedua oknum pejabat tersebut terkesan takut untuk membeberkan, item pekerjaan apa saja yang telah di tangani dengan alokasi anggaran sebesar Rp.4,1 Miliar. Pasalnya bila melihat kondisi ruas jalan tersebut seakan tidak adanya penanganan yang berarti.
Ayub salah satu sopir truk yang sering melintas di ruas tersebut, ketika di mintai tenggapannya pada Kamis 6/10/2022, mengatakan, iya memang benar ada lubang besar di pingiran aspal itu, baru posisinya berada di tikungan, tentunya hal itu sangat mengancam keselamatan pengguna jalan, harapan kami agar segerah dapat tertanggani.
Ketika di singgung mengenai jumlah tenaga kerja sekitar 250 orang, sebagaimana yang di sampaikan oleh PPK 2,3 Nurhasana pada salah satu media onlain di kota Palu.
Ayub mengatakan, "selama kami melintas di ruas Kebun Kopi ini, tidak pernah kami melihat tenaga kerja sebanyak itu, paling yang pernah kami liat sedang membersikan saluran drainase maupun pembersihan bahu jalan, itu hanya sekitar lebih 10 orang saja," urainya kepada media.


Komentar Via Facebook :