Pasien Hironimus Patut Pahur menjalani perawatan penyakit kanker nasofaring, petugas bingung dan saling lempar tanggungjawab sesama petugas dan penanggungjawab Bank Darah

Syamsuar Sebut Pegawai RSUD Arifin Achmad Riau Akan Ditindak Tegas

Syamsuar Sebut Pegawai RSUD Arifin Achmad Riau Akan Ditindak Tegas

Gubernur Syamsuar turun langsung ke Rsud Arifin Ahmad saat ada keributan pasien dan rumah sakit pada Senin (01/11/22) pagi usai pimpin Upacara Bendera (int/ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Keluarga pasien Hironimus Patut Pahur yang berobat di RSUD Arifin Achmad milik Pemprov Riau mengamuk lantaran pelayanan lambat, pada Sabtu (29/10) malam. Kemarahan pasien memuncak setelah petugas rumah sakit berdalih tidak memiliki stok alat untuk pengecekan darah sebelum transfusi atau reagen. 

Bahkan, kaca jendela rumah sakit pecah usai dipukul keluarga pasien. Sejumlah satpam langsung berdatangan menemui keluarga pasien yang mengamuk. Keributan itu pun sampai ke telinga Gubernur Riau, Syamsuar.

BACA JUGA   Syamsuar Sebut Tak Ada Jual Beli Darah di RSUD Arifin Ahmad, Pihak Keluarga Hironimus Patut Pahur Ucap Sebaliknya

Syamsuar mengaku akan mengevaluasi petugas rumah sakit yang mempersulit pelayanan keluarga pasien. Namun, dia akan melakukan pendalaman terlebih dahulu. Bahkan dia akan memberikan sanksi terhadap petugas yang melanggar aturan. 

"Tentu akan kita tindak, bisa saja sampai pencopotan, turun pangkat atau turun dari segi jabatan. Tergantung dari segi kesalahannya," kata Syamsuar, usai pimpin apel Senin (31/10) pagi di RSUD Arifin Achmad.

BACA JUGA  Skak Mat! Pelayanan Buruk, Pengamat Minta Dirut dan Pejabat RSUD Arifin Ahmad Dicopot

Sebelumnya, pasien Hironimus Patut Pahur menjalani perawatan penyakit kanker nasofaring yang dideritanya. Dia membutuhkan darah 20 kantong. Sejumlah personel Brimob Polda Riau, wartawan dan kalangan masyarakat mendonorkan darahnya hingga tercukupi.

Istri Hironimus, Maria menceritakan, bahwa korban membutuhkan darah dikarenakan untuk penyakit kanker. Darah yang dibutuhkan yakni darah trombosit yang harus digunakan dalam 5 hari sebelum kedaluarsa.

Maria menyebutkan, awalnya dia mendapat jawaban dari Pihak RSUD Arifin Achmad bahwa untuk stok darah tidak ada. Lalu pihak keluarga pasien diminta mencari donor darah dan didapatlah dari anggota Brimob Polda Riau hingga masyarakat dan beberapa wartawan. Akhirnya darah terkumpul hingga 20 kantong.

"Setengah jam setelah diminta, kita sebar langsung datang mereka. Semua ramai mau donor darah. Tiba-tiba darahnya dipermainkan sama orang RSUD ini," kata Maria kepada sejumlah wartawan di RSUD Arifin Achmad.

Dia melanjutkan, setelah ditanya berulang kali, pihak RSUD baru mengaku bahwa stok darah sudah ada. Namun masalahnya alat reagen atau alat pencocokan darah tidak ada, sehingga belum bisa ditransfusi.

"Kami cek kenapa reagen tidak ada, katanya reagen menipis sejak 2 hari lalu dan habis siang tadi. Baru akan datang Selasa atau Rabu pekan depan, tapi itu juga tidak bisa dipastikan," ucapnya.

Mendengar penjelasan petugas yang tidak masuk akal, salah satu keluarga pasien mengamuk dan memukul kaca jendela rumah sakit. Sejumlah satpam langsung datang ke lokasi bank darah.

Terkait soal darah yang akan kedaluarsa jika tidak segera digunakan juga tidak dapat dijawab. Justru petugas bingung dan saling lempar tanggungjawab sesama petugas dan penanggungjawab Bank Darah, dokter Lusiana.

"Sementara darah trombosit atau darah putih itu kata PMI akan kedaluwarsa 5 hari. Jadi tentu keluarga bingung, kalau kedaluwarsa nanti ke mana darah mau dicari lagi. Padahal siangnya sudah ditanya katanya aman dan akan segera diproses," ucapnya.

"Kita kecewa dengan pelayanan di sini, program pak Gubernur Riau kan jelas. Pelayanan harus maksimal agar orang Riau tidak berobat ke Malaka atau Singapura, kalau begini bagaimana?," katanya kesal.

Karena tidak puas dengan jawaban dua petugas bank darah, sehingga terjadi cekcok. Padahal, Hironimus Patut Pahur sedang bertaruh nyawa dengan penyakit kanker nasofaring yang dideritanya.

"Awalnya petugas bilang tidak ada reagen atau alat transfusi darah. Tiba-tiba setelah ribut baru bilang reagen sudah ada. Padahal katanya Selasa atau Rabu depan baru datang. Ini bukan pertama kali saja, berulang kali sudah keluhan disampaikan sama Dirut sejak awal. Kalau sudah sampai ke Dirut baru semua masalah dikerjakan," kata Maria. **

Komentar Via Facebook :