Klaten Perkuat Sistem Pemilahan Sampah, TPA Troketon Masuk Fase Terkendali

Klaten Perkuat Sistem Pemilahan Sampah, TPA Troketon Masuk Fase Terkendali

CYBER88 |  Klaten — Pemerintah Kabupaten Klaten mencatat capaian penting dalam pengelolaan sampah melalui program “Pilah dari Rumah, Satgas Bergerak, TPA Terkendali.” Program yang menekankan pemilahan di tingkat rumah tangga, penguatan peran Bank Sampah, serta keterlibatan Satgas Penanganan Sampah ini terbukti menurunkan volume sampah residu yang masuk ke TPA hingga 30% dalam enam bulan terakhir. Jumat, 12 Desember 2025.

Program ini menjadi langkah strategis Klaten dalam menjawab tantangan kapasitas TPA Troketon yang semakin terbatas. Dengan sistem pemilahan terarah, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sampah anorganik disalurkan ke industri daur ulang, dan residu diproses secara optimal oleh Satgas, termasuk pengembangan refuse-derived fuel (RDF) sebagai solusi energi alternatif.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, Satgas, dan seluruh penggerak bank sampah yang telah bekerja konsisten.

“Keberhasilan ini adalah kemenangan kolektif. Disiplin pemilahan dari rumah dan kerja cepat Satgas telah membuat TPA Troketon berada dalam kondisi terkendali. Sampah bukan lagi sekadar masalah, tetapi sumber daya yang bisa dimanfaatkan,” tegas Hamenang.

Hadir sebagai perwakilan KLHK, Ari Yuwono memberikan dukungan penuh atas keberhasilan Klaten. “Apa yang dilakukan Klaten selaras dengan target nasional pengelolaan sampah berkelanjutan. Kami di KLHK siap mendukung regulasi dan alokasi anggaran agar model ini dapat direplikasi di daerah lain,” ujarnya.

KLHK menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Satgas yang bekerja responsif, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program ini.

Program ini tidak hanya menekan volume sampah masuk ke TPA, tetapi juga membangun ekosistem daur ulang berkelanjutan. Melalui pemilahan sejak dari rumah, material daur ulang memiliki kualitas lebih baik sehingga mempermudah pengolahan di bank sampah dan industri. TPA Troketon pun kini hanya menerima residu dalam jumlah minimal.(Agus STP).
 

Komentar Via Facebook :