Damkar Kabupaten Bandung Pantang Mundur, Harapan Terakhir di Tengah Longsor Wargaluyu
CYBER88 | Bandung -- Di antara lumpur pekat, bongkahan batu raksasa, dan sisa-sisa permukiman yang lenyap ditelan longsor, satu tekad tetap berdiri tegak di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung memilih untuk tidak menyerah. Ketika waktu terus berlalu dan harapan kian diuji, Damkar justru hadir sebagai benteng terakhir bagi keluarga korban. (13/12/2025)
Tujuh hari pasca longsor dahsyat dengan tinggi material mencapai 80 meter dan lebar sekitar 150 meter, luka mendalam masih membekas. Tiga korban—Aisyah (60), Citra (20), dan Alfa (10)—hingga kini belum ditemukan. Namun bagi Damkar Kabupaten Bandung, pencarian belum berakhir. Selama masih ada keyakinan dan doa yang menggantung di udara, perjuangan tidak boleh berhenti.
Meski operasi pencarian resmi telah ditutup, api kemanusiaan justru menyala semakin terang. Dengan izin langsung dari Bupati Bandung, Dadang Supriatna, relawan desa melanjutkan pencarian mandiri selama tiga hari ke depan. Dalam setiap langkah penuh risiko itu, Damkar Kabupaten Bandung tetap setia mendampingi, bahu-membahu bersama BPBD demi menjaga keselamatan dan keberlanjutan upaya pencarian.
Komitmen itu tidak hanya berupa perintah, tetapi nyata di lapangan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, H. Iman Irianto, S.Sos., M.A.P, turun langsung ke medan ekstrem bersama personel terbaiknya: Agung Beril, Ari, Fredi, Bejo, Ruli, dan Taofik. Tanpa mengenal lelah, mereka melakukan penyemprotan selama hampir lima jam penuh dengan metode suntikan vertikal, menyasar sebuah batu raksasa yang diyakini menjadi titik tertimbunnya salah satu korban.
Batu besar itu bukan sekadar bongkahan alam. Di sanalah dahulu berdiri halaman rumah korban—ruang kehidupan, tawa, dan kebersamaan—sebelum longsor menggulungnya dari puncak bukit dan menghancurkan segalanya dalam hitungan detik.
Setiap hari, sembilan personel Damkar Kabupaten Bandung dikerahkan secara bergiliran. Bersama Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, serta relawan, mereka menantang hujan, medan curam, dan ancaman longsor susulan. Semua dilakukan demi satu tujuan mulia: mengembalikan harapan keluarga yang menanti kepastian.
Di sekitar lokasi bencana, warga tetap bertahan. Tangis tertahan, doa yang tak putus, dan tatapan penuh harap mengiringi setiap semprotan air dan ayunan alat pencarian. Di tengah keputusasaan, kehadiran Damkar bukan sekadar sebagai penyelamat, tetapi juga sebagai penopang semangat dan penguat mental bagi keluarga korban.
“Kami menghormati harapan keluarga korban. Selama masih ada tanda, selama masih ada doa, Damkar Kabupaten Bandung akan selalu siap kembali turun ke lokasi,” tegas H. Iman Irianto, penuh keyakinan.
Di Wargaluyu, perjuangan belum selesai. Dan selama harapan masih hidup, Damkar Kabupaten Bandung pantang mundur—menjadi cahaya terakhir di tengah gelapnya duka.


Komentar Via Facebook :