Warga RW 03 Bedahan Tutup Jalan Lagi, Tambang Diduga Langgar Kesepakatan dan Abaikan Keselamatan

Warga RW 03 Bedahan Tutup Jalan Lagi, Tambang Diduga Langgar Kesepakatan dan Abaikan Keselamatan

CYBER88 | Bedahan, Depok — Warga RW 03 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, kembali menutup akses jalan sebagai bentuk protes keras terhadap aktivitas penggalian tanah yang diduga ilegal dan terus beroperasi meski telah ada kesepakatan penghentian sementara.

Penutupan jalan dilakukan setelah pengelola tambang kembali menjalankan aktivitas pada Sabtu (22/2/2026), tanpa mengindahkan hasil musyawarah yang digelar sebelumnya bersama aparat kepolisian. Dalam pertemuan Sabtu malam (14/2), warga dan Ketua RT 09 sepakat dengan Kanit Intel Polsek Bojongsari untuk menghentikan sementara kegiatan galian mulai Minggu (15/2/2026). Namun, kesepakatan itu kembali dilanggar.

“Ini bukan pertama kali. Sudah berulang kali mereka ingkari janji. Jalan rusak tidak diperbaiki, turap untuk mencegah longsor juga tidak dibuat. Keselamatan warga jelas terancam,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Warga menilai aktivitas tambang tidak hanya merusak infrastruktur jalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko longsor, terutama di tengah cuaca ekstrem. Selain itu, debu dan lalu lalang kendaraan berat dinilai mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat sekitar.

Kanit Intel Polsek Bojongsari, IPTU Apit Fadilah, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dan berkoordinasi dengan instansi terkait. “Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan pihak berwenang untuk menghentikan kegiatan ini. Jika terbukti melanggar, tentu akan ada tindakan tegas,” ujarnya.

Aksi penutupan jalan ini menjadi yang kedua dalam sepekan terakhir. Warga berharap pemerintah kota dan aparat penegak hukum tidak hanya memberikan imbauan, tetapi mengambil langkah konkret agar aktivitas tambang dihentikan sampai seluruh kewajiban dipenuhi.

Menjelang bulan Ramadhan, masyarakat meminta situasi segera ditertibkan agar keamanan dan ketenangan lingkungan tetap terjaga, tanpa bayang-bayang ancaman longsor dan konflik berkepanjangan.

Warga menegaskan, jika tuntutan mereka kembali diabaikan, aksi serupa bahkan lebih besar bukan tidak mungkin kembali dilakukan.(Fauzie)

Komentar Via Facebook :