Kawanan Gajah Masuki Mess Karyawan PT Arara Abadi di Siak Riau

Kawanan Gajah Masuki Mess Karyawan PT Arara Abadi di Siak Riau

CYBER88 | RIAU —Suasana dini hari di Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, mendadak mencekam. Kawanan gajah liar tiba-tiba memasuki area mess karyawan PT Arara Abadi dan merusak sejumlah bangunan serta kendaraan, Minggu (22/02).

Sebanyak 11 ekor gajah dilaporkan masuk ke kawasan perumahan karyawan sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, jejak kehadiran mereka sudah terdeteksi sejak Sabtu (21/2) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, ketika kawanan tersebut terlihat di sekitar area konsesi perusahaan.

Tembok mess security roboh didorong tubuh-tubuh raksasa itu. Tiga unit sepeda motor yang terparkir tak luput dari amukan. Enam kamar mess karyawan mengalami kerusakan. Para penghuni yang terbangun usai sahur sekitar pukul 05.00–06.00 WIB panik dan berlarian menyelamatkan diri saat mendengar raungan keras dan suara benturan.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak kepolisian langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan perusahaan serta instansi terkait agar situasi tetap aman dan terkendali.

Namun di balik aksi “amuk” itu, tersimpan cerita yang menggetarkan.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, mengungkapkan bahwa setelah situasi mereda dan kawanan gajah kembali ke area greenbelt, petugas mendengar suara teriakan anak gajah.

Setelah dilakukan pencarian, ditemukan seekor anak gajah betina terperosok ke dalam septic tank sedalam 2 hingga 2,5 meter. Usianya diperkirakan baru sekitar tujuh hari.

Diduga kuat, raungan anak gajah yang terjebak itulah yang memicu kepanikan dan agresivitas kelompoknya. Induk dan kawanan berusaha menyelamatkan sang anak, sehingga terjadi pengrusakan mess.

Proses evakuasi dilakukan secara manual. Dengan penuh kehati-hatian, tim menarik anak gajah keluar dari lubang tersebut dalam waktu sekitar 45 menit. Syukurlah, kondisinya dilaporkan sehat dan berhasil dikembalikan ke kelompoknya.

Menurut Supartono, kawasan mess karyawan berbatasan langsung dengan hutan lindung perusahaan yang menjadi jalur lintasan kelompok gajah Petapahan–Minas. Kelompok ini diperkirakan berjumlah 11 hingga 13 individu dengan wilayah jelajah Tapung–Minas.

Kapolres menegaskan, fenomena masuknya gajah ke permukiman bukan semata persoalan keamanan. Ini adalah cerminan dinamika ekosistem—ruang jelajah satwa liar yang semakin beririsan dengan aktivitas manusia.

Pendekatan yang dibutuhkan bukan hanya tindakan represif, melainkan mitigasi dan langkah preventif agar konflik manusia dan satwa liar bisa diminimalkan.

Pagi itu, situasi berangsur kondusif sekitar pukul 09.30 WIB setelah kawanan gajah kembali masuk ke kawasan hutan.

Tak ada korban jiwa. Namun peristiwa ini menjadi pengingat keras: di batas hutan dan pemukiman, manusia dan satwa liar hidup dalam ruang yang sama—dan terkadang, tragedi kecil bisa memicu kepanikan besar.

Komentar Via Facebook :