Sejumlah Elemen Masyarakat di Raja Ampat Tolak Otsus jilid II
Foto bersama elemen perempuan bersama anggota MRP-PB
CYBER88 | Papua Barat -- Sejumlah elemen masyarakat di kabupaten Raja Ampat nyatakan penolakan terhadap keberlanjutan Otsus jilid II di Raja Ampat khususnya dan Papua pada umumnya.
Aspirasi itu ditegas oleh Cristin Elwod dalam rapat dengar pendapat MRP-PB bersama sejumlah masyarakat di aula Puyaka mengge Distrik kota Waisai, Raja Ampat, Rabu (19/8).
Cristin yang saat itu hadir sebagai elemen perempuan menyatakan, dirinya tidak merasakan dampak dari Otsus.
"Sebagai perempuan Papua yang melahirkan generasi-generasi Papua tidak merasakan adanya Otsus. Karena yang kami tahu Otsus lahir dari darah dan air mata orang Papua yang meminta merdeka. Intinya dengan tegas menolak adanya Otsus Jilid II," ujar Cristin sebagaimana dilansir dari media MCENEWS.COM.
Dihadapan anggota MRP-PB, Cristin menolak dengan tegas pemberlakuan kembali Otsus jilid II.Ia juga meminta kepada MRP-PB agar melihat apa yang menjadi hak adat orang Papua, sebagaimana yang sudah dijabarkan dalam UU Otsus.
Pernyataan senanda juga muncul dari elemen perempuan yakni, Mama Urbasa. Dirinya mengaku,hingga saat ini tidak pernah merasakan hak istimewanya sebagai orang Papua.
Dari keterangan yang disampaikan,mama urbasa bekerja sebagai penjual di pasar untuk memenuhi kebutuhan dan pendidikan anak-anaknya.
"Saat berjualan di pasar, sering ada kesenjangan kami orang Papua dengan suku pendatang.dimana, orang pendatang diperhatikan, nah kami sebagai orang Papua sama sekali tidak diperhatikan",kata mama urbasa.
Ia juga meminta kepada MRP-PB untuk meninjau lebih dekat orang-orang Papua yang berjualan di pasar. Pasalnya,
Orang-orang Papua yang berjualan di pasar hanya beralaskan karung atau terpal.
Ia pun mendukung pendapat Cristin Elwod dan menyatakan menolak otonomi khusus (Otsus) jilid II.
Sementara itu, Ketua Lembaga perempuan adat Papua kabupaten Raja Ampat, Mama Naomi Sakaipele, mengajak untuk melihat kembali Otsus yang sudah berjalan kurang lebih 20 tahun.
Kata Mama Naomi, Penolakan terhadap Otsus jilid II tentunya memilki alasan, begitu juga sebaliknya, pemerintah mengeluarkan Otsus jilid II juga ada alasannya.
"Kami menolak Otsus Jilid II tentu ada alasannya, begitu sebaliknya dari pemerintah mengelurkan Otsus Jilid II juga ada alasannya," tandas mama Naomi.(AJ.Macap)


Komentar Via Facebook :