PHL TPU Covid-19 Cikadut, Keluhkan Gaji Masih Sering Terlambat
CYBER88 | Bandung -- Masih adanya Kejadian keterlambatan penerimaan gajih yang dirasakan Pegawai Harian Lepas (PHL) para pemikul jenazah Covid-19 di TPU Cikadut, secara langsung telah membuat mental dan kepribadian para pegawai pemikul jenazah di TPU itu sendiri dirundung suatu kecemasan
Pasalnya, uang yang digelontorkan Pemkot Bandung sendiri sebesar 4 Milyar dari Biaya Tak Terduga (BTT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk biaya operasional sampai honorarium bagi PHL yang bertugas dalam penanganan jenazah covid-19 di TPU Cikadut, Jln Karang Pamulang, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Jawabarat, itu dikemanakan ........?
Pertanyaan pertanyaan hal serupa, sekarang menjadi perbincangan yang sangat mendasar muncul di setiap diri para pemikul jenazah di TPU Cikadut, pasalnya gajih bulan Juli dan Agustus 2021 hingga hari ini Rabu (26/08) tak kunjung diterimanya.
Fajar (35) Sebagai kepala regu pasukan pemikul jenazah menuturkan semua keluhannya pada cyber88.co.id, Rabu (26/08/21),
"Terus terang pak, dengan kejadian seperti ini saya sangat kecewa, seolah olah kerjaan kami ini, dimata mereka itu kayaknya tak berguna sama sekali, "UUngkapny
"Buktinya kejadian keterlambatan pembayaran gaji yang merupakan hak kami sebagai pekerja pemikul jenazah di TPU ini, kok sering kali terlambat
"Padahal kalau saja mereka itu sadar dan punya nurani pak, yang namanya gajih kami ini sudah tidak boleh telat, kan sudah jelas anggaran peruntukannya juga,
kami ini digajih jauh dari standar UMK, jangan sampai sudah gajih kecil kerjaan beresiko tinggi dan sekarang gajih kami juga sering telat, "Terang Fajar.
"Sebenarnya waktu pak Sekda Ema datang kelokasi TPU, pada waktu itu pak Ema sempat marah marah juga ketika tahu pada waktu itu gajih kami telat keterima, kami sudah merasa lega
masih ada yang peduli akan nasib kami ini
"Sekarang kok bisa bisanya gajih kami itu telat kembali, apakah kami harus terus mengadu ke pak Sekda setiap mau terima gajih.....?, "Imbuhnya.
"Intinya pak, kami ini masing masing sudah punya keluarga, kami kerja dengan resiko mengancam keselamatan dan kesehatan kami juga cukup tinggi, sekali lagi tolong perhatikan nasib kami ini, "Pungkas Fajar. (D²H)


Komentar Via Facebook :