R. Sianipar: Jangan Bohong Kalian, Mana Bukti Saya Pernah Menerima Bantuan BPNT?!
Data Ganda Bansos Hanya Untuk Pengalihan Penyaluran Tidak Tepat Sasaran
CYBER88 | Siak - Terkait komentar yang disampaikan Zukri S sos dan RT Haratua Panjaitan ke salah satu media yang mengatakan bahwa nama Ruskia Sianipar menerima BPNT adalah kebohongan besar. Rabu, (13/09/21).
Hal ini berdasarkan penuturan Ruskia Sianipar bahwa apa yang dialaminya adalah yang sebenarnya kepada media CYBER88.
Baca juga : Jatah Janda Miskin Yang Diabaikan
"Saya tidak pernah mendapatkan kartu BPNT dari pihak kelurahan, bentuknya seperti apa pun saya tidak tahu. Dan terkait pernyataan si Zukri mengenai J Sitepu sebagai pendamping penerima bansos tidak pernah datang kerumah saya sampai detik ini. Jadi apa yang diberitakan media tersebut adalah kebohongan," ucap si ibu marah.
"Jadi tidak benar kalau dikatakan ibu ini tidak pernah mendapatkan bantuan apapun, itu tidak benar, bagaimanapun tetap kami usahakan semaksimal mungkin supaya ibu ini dapat bantuan, jadi bahasa tak dapat itu tidak benar, dia ini kami utamakan, sebab kamipun tahu keadaan ibu ini memang susah dan berprofesi sebagai pemulung.
Awal dari Bansos Covid-19 ada namanya BST (Bantuan Sosial Tunai), saat itu kita munculkan lah nama ibu Ruskia Sianipar oleh pak RT nya, setelah diusulkan kepusat ternyata nama ibu tersebut terdata sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) setelah diklarifikasi kepada yang bersangkutan, ibu ini mengatakan belum memiliki kartu untuk pengambilan BPNT tersebut, jadi, dikernakan nama ibu ini ganda, kami carikan solusi lain dan mendaftarkannya sebagai penerima sembako Pemda, sebagai pengganti. Terdatalah ibu tersebut sebagai penerima sembako Pemda tahap III, yang diterima sekitar bulan Desember 2020 lalu.
Untuk bantuan lainnya seperti bantuan beras PPKM, dikernakan ada warga lain tempat ibu ini berdomisili orangnya tidak ditemukan atau tidak ada, maka ibu ini dijadikan sebagai pengganti penerima beras PPKM tersebut saat itu, sekitar bulan Juli 2021 kemarin. Pokoknya bantuan terakhir ini ibu ini dapat semuanya, untuk bansos Covid-19 ini lah yang pastinya. Untuk bantuan lainnya seperti bantuan beras PPKM, dikarenakan ada warga lain tempat ibu ini berdomisili orangnya tidak ditemukan atau tidak ada, maka ibu ini dijadikan sebagai pengganti penerima beras PPKM tersebut saat itu, sekitar bulan Juli 2021 kemarin. Pokoknya bantuan terakhir ini ibu ini dapat semuanya, untuk bansos Covid-19 ini lah yang pastinya," ucap Zukri kepada media tersebut.
(Kutipan Berita dari salah satu media online yang dibantah Ibu Ruskia S)
Ibu juga mengatakan bahwa ia sudah berkali-kali mendatangi kantor kelurahan dan tetapi selalu di lempar untuk dipertemukan dengan Siska yang notabene hanya seorang tenaga honorer di kantor kelurahan Minas Jaya.

"Saya tidak kenal si Zukri itu siapa apa posisinya, yang saya tahu hanya si siska untuk pendataan. Coba tanya sama si Siska itu berapa kali saya bolak balek ke kantor lurah terkait bansos yang kata mereka saya terima tapi saya tidak tahu bentuk bansos BNPT itu seperti apa.
Dan pihak lurah dan RT tidak pernah menyampaikan bahwa J Sitepu itu pendamping TKSK, mereka hanya bilang sitepu itu untuk pendataan bukan pendamping.
Berkali-kali saya telfon Sitepu tapi tidak digubris sama mereka, bahkan saya pernah mendatangi rumah Pino dan mengatakan sedang di proses. Selama itu kartu BPNT seperti kata Zukri ada, mana kartunya? Dan mana buktinya saya pernah mendapat bantuan dari BPNT? Kenapa nama saya ada di sistem mereka tapi hanya dapat 6 kali?? Jika ada pendamping, kenapa Sitepu atau pihak lain selalu menghindar bahkan bilang itu sedang pengurusan, selama itu pengurusan kenapa tidak selesai?! Jangan bohong kalian. Saya dari keluar BPNT itu tidak tau bentuk BPNT itu apa. Nama Ruskia Sianipar hanya satu di Minas kenapa bisa ganda seperti kata si Zukri?!," Ucapnya marah.
Terkait data ganda yang disampaikan media tersebut, hal ini menjadi pertanyaan besar. Bagaimana data ganda mendapatkan bantuan baik BNPT dan lainnya.
Untuk bantuan terakhir seperti kata Zukri, si ibu mengatakan benar ia menerima, namun data seperti kata zukri telah menerima BPNT dan lainnya, itu kebohongan besar.


Komentar Via Facebook :