Alami Amnesia Bulanan, Firdaus Ayat Gagal Menangani Banjir, Kinerja Indra Pomi Mandul, DPRD Pekanbaru Terima Bersih LPJ Tahunan Pemko Pekanbaru
Hasanul Arif: 9 Tahun Menjabat, Banjir Tak Bisa Teratasi, Walikota Firdaus Amnesia??
Seorang Warga Yang Alami Mogok Motor Akibat Banjir (ist)
CYBER88 | Pekanbaru - Pekanbaru dengan slogan Kota Madani tidak sesuai dengan semboyan yang diciptakan Pemko Pekanbaru Firdaus dan walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi. Senin, (25/10/21).
Pasalnya, setiap hujan atau memasuki musin penghujan, kota Pekanbaru yang Madani ini menjadi langganan banjir dan hebatnya lagi banjir langganan ini sudah terjadi hampir 10 tahun.
Yang lebih luar biasa lagi, sudah 9 tahun masa kepemimpinan walikota Firdaus ini, namun permasalahan banjir tidak pernah bisa teratasi. Baik Firdaus, Ayat Cahyadi, DPRD Kota Pekanbaru hingga Kadis PU seperti alami amnesia bulanan.
Terkait banjir bulanan yang terjadi di kota Madani Pekanbaru ini, kepada media CYBER88 Hasanul Arif selaku aktivis sosial lingkungan geram dan angkat suara.
"Padahal kita sama sama ketahui, dana milyaran rupiah setiap tahunnya di gelontorkan hanya untuk mengatasi persoalan banjir ini, banjir hingga masuk ke rumah warga itu sesuatu yang sangat memalukan untuk kinerja dua sejoli walikota dan wakil walikota Pekanbaru yang tercinta ini.
Baik yang nomenklaturnya pembersihan drainnase, pembersihan sungai dan pembersihan anak sungai memakan dana yang sangat besar, anggaran biaya rutin peralatan seperti BBM alat berat kerusakan dan gaji operatornya, puluhan PKL / BHL, ratusan yang biasa di sebut Pasukan Kuning yang di gaji melalui APBD kota," ucap Arif
Saat ditanya apa yang menjadi Pemko Pekanbaru alami amnesia bulanan, kembali Bung Arif bicara.
"Selama 9 tahun menjabat, firdaus tidak ada langkah nyata atasi banjir, hanya retorika belaka demi mendapat hati rakyat. Dan seperti alami amnesia bulanan, Firdaus lupa akan janji kampanye nya. Dia hanya sibuk kampanyekan tanaman Porang. Sudah macam tanaman Porang wajah masyarakat Pekanbaru ini dihadapan Firdaus.
Ini yang kesemuanya juga belum dapat mengatasi persoalan ini, saya duga semua itu tidak sesuai dengan tupoksinya, dugaan anggaran yang banyak di salah gunakan, biaya operasional alat berat yang di gunakan tidak sesuai dan SDM (Pasukan Kuning) yang di kerahkan tidak sesuai pada tugasnya.
Sangat emergensi terhadap permasalahan-permasalahan banjir, anggaran pembersihan sungai dan anak sungai seperti sungai Sail dimana rumput dan lumpur bisa tumbuh dan menumpuk di tengah-tengah sungai itu artinya pekerjaan disini tidak pernah di lakukan.
Terkait anggarannya entah di kemanakan, sampah dimana-mana padahal katanya Pekanbaru menerima penghargaan kota terbersih, bersih nya hanya di jalan utama, dijalan perbatasan kota sampah bak orang pacaran setiap sudut ada. Jadi tugas walikota Firdaus MT., ST., wakil walikota Ayat Cahyadi dan Kadis PU Indra Pomi itu apa?!
Jadi saya minta kalau Kadis PU Indra Pomi tak mampu mengatasi hal ini lebih baik mundur atau kalau tidak di ganti saja daripada makan gaji buta," tukas Bung Arif kesal.
Hal senada juga disampaikan Jimmi Presiden Mahasiswa Unilak saat dihubungi kru media CYBER88 via WhatsApp.
"Saya mewakili mahasiswa dan masyarakat Pekanbaru sangat menyayangkan kinerja Firdaus - Ayat, Kadis PU Indra Pomi yang hanya duduk manis tidak berbuat apa-apa terkait banjir, sampah dan polusi lainnya.
Ketika hujan turun banyak jalan protokol yang tergenang banjir seperti Jln Tuanku Tambusai, Jl Arifin Ahmad depan rumah PAN dan Sudirman depan Telkomsel.
Bisakah kita mengatakan pemimpin dan kepala dinas PU di katakan berhasil menata kelola kota ini?! Untuk apa menghabiskan anggaran, memberi gaji dan tunjangan jika ilmunya tidak bisa membawa kebaikan dan perbaikan untuk kota kita yang kita cintai ini, mubazir kan?
Lebih baik anggaran untuk itu di pergunakan untuk membantu warga miskin atau yatim piatu, pendidikan untuk anak jalanan, atau yang lebih mulia lagi beri Terapy kepada ODGJ atau disaat pandemi, akibat dampak covid 19," tukasnya.


Komentar Via Facebook :