Proyek Pembangunan Gedung Kelas Baru MTS Negeri 2 Desa Waiina Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai RAB

Proyek Pembangunan Gedung Kelas Baru MTS Negeri 2 Desa Waiina Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai RAB

CYBER88 I Sanana -- Proyek pembangunan Gedung kelas baru Mts Negeri 2 Desa Waiina Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga dikerjakan tidak seusai RAB.

Diketahui proyek tersebut dengan nomor kontrak: B.2/MTs.27.9/PPK.SBSN/KONSTRUKSI.1/06/2021. Pembiayaannya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2021 sebesar Rp.3.519.233.000. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Mega Anugerah Sejahtera itu, .

Berdasarkan informasi yang di himpun CYBER88 Kamis (02/12/21) dari sumber yang namanya tidak mau dipublikasikan mengatakan, bahwa pembangunan gedung kelas baru MTs Negeri 2 itu seharusnya menggunakan penutup atap jenis Onduvilla, tapi yang di gunakan saat ini adalah atap jenis Spandek.

Sementara proyek dengan tanggal kontrak 22 Juni 2021 itu, waktu pelaksanaan nya 180 hari kalender. Oleh nya itu, sumber mengatakan bahwa, kalau di hitung dari tanggal kontrak 22 Juni sampai dengan tanggal 2 Desember hari ini berarti sudah masuk 160 hari kerja berarti masi tersisa 20 hari lagi waktu pekerjaan akan selesai, sementara kondisi lapangan yang ada saat ini bisa di pastikan bahwa proyek tersebut tidak bisa selesai tepat waktu," jelasnya.

Saat kru media turun memantau progres pekerjaan serta mewawancara Bas proyek, ia mengatakan progres pekerjaan baru sekitar 60 persen, sementara untuk target capai 180 hari pihaknya masih berusaha, soalnya kendala kami saat ini adalah kekurangan tukang bangunan, bahkan Bas juga mengakui bahwa, proyek tersebut dari awal sudah terlambat.

"Seharusnya kita mulai kerja itu tanggal 22 Juni, namun pada waktu itu kita mulai kerja di tanggal 12 Juli, itupun baru tahapan pembersihan lokasi, setelah itu baru kita star kerja fisik bangunan di tanggal 27, "Terangnya.

Sementara itu, Yudi Tidore selaku Kontraktor pemegang proyek tersebut, saat dikonfirmasi Via telepon tidak menjawab, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan SMS pun tidak merespon," sampai berita ini turun, belum ada tanggapan dari kontraktor pelaksana. (Red / Drakel).

Komentar Via Facebook :