Kasi Diskominfo Arman Lamadau Geram: Saya Tunggu di Kantor, Tidak Klarifikasi via WhatsApp
CYBER88 | Parigi Moutong - Semakin terlihat dugaan adanya masalah pada proses pelaksanaan pembangunan 50 unit Base Transceiver Station (BTS) atau tower bantuan Kementerian Kominfo tahun 2021 di Kabuapten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis, (17/03/22).
Proyek tersebut terkesan misterius pelaksanaannya, betapa tidak sampai saat ini belum di ketahui siapa kontraktornya dan berapa anggarannya serta sampai kapan kontrak pekerjaannya, dan belum di ketahui di mana saja titik lokasi pembangunannya.
Selang beberapa waktu, berita terkait pembangunan BTS yang naik beberapa jam lalu, Diskominfo Parimo Terkesan Tutup Mulut Terkait Pembangunan 50 Tower BTS membuat kepala Seksi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Parimo Arman Lamadau Geram dan melakukan protes atas pemberitaan.
Sontak setelah berita itu beredar, Arman Lamadau langsung menelpon wartawan media ini, dengan nada tinggi dan terkesan melakukan protes.
"Kenapa bapak tulis berita seperti itu, kapan saya bicara menjanjikan sesuatu atau memberikan surga telinga pada kepala-kepala Desa, dan kenapa tidak di konfirmasi kesaya (Arman Lamadau) terlebih dahulu sebelum di beritakan," tanya Arman dengan nada ketus.
Wartawan media ini pun mencoba memberikan klarifikasinya dengan menjelaskan bahwa pernyataan yang tertulis di berita ini terkait menjanjikan sesuatu itu, bukan dari si wartawan tetapi narasumber.
Spontan Arman Lamadau menjawab, "memangnya saya harus menjaga dan menantikan pesan bapak di setiap saat, dalam satu kali dua puluh empat jam, kami juga punya kesibukan, memang kemarin saya tidak masuk kantor, karena menghadiri pesta keponakan saya. Saya tunggu bapak di kantor kalau mau konfirmasi, kami tidak mau memberikan konfirmasi lewat pesan WhatsApp, jangan sampai kami salah tulis nanti," jawabnya.
Terkait data-data dan informasi berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hibah lokasi pembangunan tower, anggaran keselurun pembagunan tower, kontraktor pelaksana, batas waktu kontrak, status kepemilikan jaringan dan pengelolaan tower, serta terkait pembangunan salah satu tower yang di duga tidak sesuai spek. Sampai berita ini di turunkan belum ada klarifikasi secara resmi dari Diskominfo Parimo.


Komentar Via Facebook :