Surat Edaran Balai Teso Nilo Terkesan Formalitas, Hutan Teso Nilo Diperjualbelikan Dengan Harga Murah

Tommy FM: Surat Edaran Yang Dikeluarkan Balai TNTN Diabaikan dan Terkesan Mandul, Program RHL Minta Diaudit KPK RI

Tommy FM: Surat Edaran Yang Dikeluarkan Balai TNTN Diabaikan dan Terkesan Mandul, Program RHL Minta Diaudit KPK RI

Surat Edaran dan tumpukan batu bata yang berada dikawasan Hutan Teso Nilo (ist)

CYBER88 I Pelalawan - Maraknya perkebunan industri kelapa sawit dan Karhutla di kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Desa Bagan Limau Ukui, Pelalawan Riau disebabkan kurangnya pengawasan pihak berkompeten. Ironisnya himbauan Surat Edaran yang diterbitkan pihak Balai pun, tak digubris.

BACA JUGA  DPD LSM GEMPUR Riau Masyarakat Riau Menanti Agus Andrianto Memberantas Mafia Hutan TNTN di Pelalawan

"Sehingga program pemerintah pusat, dalam hali ini KLHK melalui BPDASH Indragiri Rokan yang tengah melaksanakan program Reboisasi Hutan Lahan (RHL) diatas lahan 1000 ha lebih, terkesan terancam gagal akibat ketidak- berdayaan pemangku wilayah hutan Tesso Nilo dalam menindak oknum perambah," demikian ungkap praktisi hukum dan aktivis Lingkungan Riau, Tommy Freddy Manungkalit, kepada CYBER88. Senin (04/07/22).

Menurut Tommy FM program RHL yang seyogianya disebut untuk upaya pemulihan ekosistem kawasan di areal rusak dalam zona rehabilitasi, kini  berubah alih fungsi hutan konservasi menjadi perkebunan kelapa sawit.

BACA JUGA  Tommy.F Manungkalit Karhutla Marak di TN Tesso Nilo Bubarkan Kementrian LHK Bubarkan Gakkum Kehutanan Provinsi Riau dan Balai TNTN

Dalam hasil investigasi kru CYBER88 di lapangan, tampaknya himbauan yang dilakukan pihak KLHK Dirjen Konservasi  SDA dan Ekosistem Balai TNTN Kabupaten Pelalawan, tak digubris.

Terbukti walaupun pihak Balai telah mengeluarkan Surat Edaran tertanggal 20 Januari 2022, yang diteken Kepala Balai Heru Sutmabtoro, terkesan sebagai formalitas, tanpa adanya sosialisasi dan tindakan.

Diterbitkannya Surat Edaran Nomor. SE.06/T.29/TU/Tks /1/2022 tentang  Larangan menanam sawit dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait larangan menanam sawit di dalam kawasan hutan TN Tesso Nilo. Dan peringatan agar tidak melakukan perambahan dan aktivitas lainnya yang merusak kawasan hutan.

Warga pendatang dari Kab. Asahan yang diduga beli lahan murah dikawasan hutan Teso Nilo Kab. Pelalawan, Riau (ist)

Di lokasi realitanya, warga dari luar daerah semakin berdatangan ke kawasan TNTN, secara beregu. Menurut pengakuan warga asal Asahan Sumatera Utara itu mau berkebun sawit, karena harga lahan perhektar cukup murah.

" Kami belum lama tinggal disini untuk berkebun, secara bagi hasil dengan Toke pemilik lahan tanaman sawit, dan ada juga rombongan kami membeli lahan," cetus warga yang mengaku bulan Mei kemaren baru tiba di Kawasan areal TNTN. Ketika ditanya siapa Toke mereka, warga pasangan suami istri itupun hanya menunjuk ke sebuah arah Rumah yang disulap pondok.

Diakhir konfirmasi, Tommy F Manungkalit pertanyakan keabsahan Surat Edaran Balai TNTN untuk kedepannya.

"SE itu hanya formalitas, untuk menakuti atau ada sinergi kedepannya? Jangan terkesan mengeluarkan SE setelah ribut dan banyaknya konflik kebakaran hutan. Terlalu memaksakan, hingga melahirkan stigma negatif terhadap kinerja Kepala Balai TNTN," tandas Tommy geram.

Sementara saat kru meminta konfirmasi dari Bupati Zukri Misran dan Heru Ka. Balai TNTN saat dimintai keterangan via pesan WhatsApp tidak ada komentar hingga berita ini naik.

Pihak DPRD yang membidangi komisi ini, kawasan hutan, Sunardi ketika dikonfirmasi tak berani berkomentar terkait berita tersebut.

Komentar Via Facebook :