Diduga Markup Bobot Pekerjaan, PPK 2.2 dan Satker Memilih Bungkam
CYBER88 | Parimo - PT Bina Karsam diduga melakukan mark-up bobot hasil pekerjaan pada proyek preservasi jalan ruas Toboli-Tinombo, dengan nilai kontrak sebesar Rp.18.987.688.000 (rabu,12/7/2023).
Proyek preservasi tersebut melekat pada Kementerian PUPR, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Satuan Kerja Wilayah II Sulteng, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.2) Wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Dari hasil investigasi tim media di lokasi proyek, menemukan para pekerja sedang melakukan pekerjaan di beberapa titik di pembagunan box culvert dan terlihat para pekerja ada yang melakukan pencampuran semen secara manual serta ada pula yang melakukan pencampuran menggunakan molen.
Dari informasi yang berhasil di himpun media ini, pekerjaan PT Bina Karsam, diduga bobotnya telah mencapai 45 persen, tentunya hal itu memaksa publik untuk berspekulasi, adanya indikasi mark up terhadap bobot pekerjaan yang diduga di lakukan oleh pihak kontraktor bersama pihak BPJN.
Bila di sandingkan dengan fakta lapangan berdasarkan hasil pantauan pekan lalu oleh awak media ini, bobot hasil pekerjaan PT Bina Karsam baru sekitar 30 persen.
Hal itu terlihat dari 10 buah pekerjaan box culvert hanya 3 buah yang selesai di lakukan pengecoran lantai untuk satu sisi jalan dan untuk pekerjaan pengaspalan (overlay) informasi yang berhasil di himpun oleh tim media, baru sekitar seratus ton lebih yang terealisasi.
Belum lagi kwalitas pengecoran lantai box culvert diduga tidak tercapai mutu betonnya (K.300) pasalnya para pekerja melakukan pencampuran semen, ada yang manual dan pulah yang menggunakan molen.
Indikasi tersebut juga terlihat dari tanggapan pihak-pihak yang terlibat langsung pada pekerjaan tersebut, di antaranya Syam selaku direktur PT.Bina Karsam yang di temui di salah satu warkop di kota Palu, Rabu (12/07).
"Ya, memang benar bobot terbesar itu ada pada pekerjaan 10 buah box culvert, kalau tidak keliru sekitar 60 persen dan terkait capaian bobot keseluruhan, saya kurang mengetahui," ujar Syam.
Lain halnya dengan Atong selaku General Superintendent (Gs) dari PT Bina Karsam menyampaikan, tidak ada mark up bobot pekerjaan, saat ini telah mencapai 46 persen, bobot tersebut naik dari aitem pekerjaan bronjong, galian, beton dan aspal serta pengaspalannya bukan 100 ton, tapi sudah 200 ton lebih.
Iwan Susanto, sebagai PPK 2.2 PJN pada proyek tersebut, lebih memilih bungkam ketika di konfirmasi melalui Chat WhatsApp, sementara pesan terlihat sudah terbaca.
Hal yang sama juga di sampaika ke Kepala Satuan Kerja Wilayah II Sulteng Rhismono, terkesan nggan untuk membalas konfirmasi melalui WhatsApp terkait dugaan mark up bobot hasil pekerjaan.


Komentar Via Facebook :