Klarifikasi Kepala SPPG Pangauban Terkait Keluhan Orang Tua Siswa, Terkesan Arogan
CYBER88 | Bandung Barat - Diduga tidak terima dengan pemberitaan cyber.co.id sebelumnya terkait keluhan orang tua siswa, pihak SPPG Pangauban mengundang awak media untuk klarifikasi, selasa(24/12).
Alih-alih mendapat perlakuan penuh etika, ketika baru sampai dilokasi awak media langsung ditegur oleh kepala SPPG Pangauban, kemudian disuruh menunggu sampai dua jam lamanya.
Saat diterima di ruang tamu, Ahmad Kepala SPPG langsung membuat suasana memanas, mengkonfrontir awak media dengan nada tinggi sambil menunjuk nunjuk.
Saya tidak terima dalam narasi pemberitaan yang berisi, kepala SPPG memperbolehkan produk UMKM di pakai oleh SPPG kami dan tidak ada masalah, ujarnya dengan nada tinggi.
Sesuai arahan dari Pa Soni sanjaya wakil BGN, bahwa SPPG harus menggunakan produk UMKM untuk menu yang akan dibagikan kepada siswa-siswi penerima, imbuhnya.
Dia berdalih bahwa UMKM tersebut berskala kecil jadi apakah perlu sertifikat halal dan ijin edar dari Balai POM, padahal produksi UMKM tersebut dalam periode kemarin saja sudah menerima orderan sekitar 8000 pcs dari satu SPPG saja dalam arti UMKM ini sudah kategori pabrikan.
Perlu diperhatikan bahwa intruksi dari BGN untuk SPPG agar menggunakan produk UMKM tapi tentunya produk tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib menggunakan produk yang terjamin kehalalannya, termasuk produk UMKM. Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berkolaborasi untuk memastikan hal ini.
Inilah yang diduga diabaikan oleh SPPG Pangauban, kerena dengan membagikan menu satu minggu kedepan dengan meloloskan jus tersebut, baik langsung maupun tidak langsung telah menyetujui produk yang tidak bersertifikasi juga tidak mempunyai ijin edar dari balai POM .
Dan mengenai minuman yakult ketika ditanyakan bahwa produk tersebut telah dilarang oleh BGN dan di iya kan oleh kepala SPPG tersebut, kenapa masih dibagikan pada menu periode satu minggu itu.
Tentunya ini harus menjadi bahan evaluasi bagi semua demi suksesnya program nasional yang dicanangkan oleh Bapak Presiden.
(Yus')


Komentar Via Facebook :