Demo di DBMPR Provinsi Jabar Wilayah II Sukabumi, Berujung Kekecewaan, Kadisnya Kabur!!!
CYBER88 | Sukabumi, -- Aksi Demo yanng dilakukan sekitar 30 orang yang tergabubg dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nahdlatul Ulama Sukabumi Raya di halaman Kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat Wilayah II Sukabumi, Senin (12-1) berujung kekecewaan. Pasalnya, aspirasi mereka tidak tersalurkan sebagaimana mestinya karena.
“Kadis Bina Marga pergi tidak ada ditempat alias 'Kabur' !, “ungkap beberapa peserta aksi demo kepada awak media.
Menurutnya, mereka mendatangi ke Kantor DBMPR Provinsi Jawa Barat di Jln. Bhayangkara Kota Sukabumi ini, untuk menyampaikan Aspirasi masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi yang merasa kecewa atas kinerja para ASN di Instansi DBMPR ini. Para pegawai di dinas tersebut dinilai telah mengabaikan kepentingan masyarakat Sukabumi, hingga bertahun-tahun dan membuat menderita masyarakat Sukabumi itu sendiri .
Dalam Orasinya para pendemo secara bergantian menyampaikannya bahwa para pejabat tinggi di jajaran DBMPR ini hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan kondisi dilapangan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Sukabumi.
Mereka mencontohkan, dari hasil proyek pembangunan peningkatan jalan di tahun 2022 antara Kota Sukabumi (Baros) - Sagaranten - Tegalbuleud senilai Rp 1.090.587.486,98.- yang dilaksanakan PT.PMU ; dijalur yang sama dikerjakan oleh PT.TMPP senilai Rp.470.021.053,08 - dan dilaksanakan juga oleh PT.MWT dengan nilai proyek sebesar Rp.97.420.058,36,- serta dilaksanakan juga oleh PT.TMPP dengan nilai proyek sebesar Rp.428.969578,92 ,- dan Rp.2.139.602.649,24 ,- .Dari jumlah miliar ini nampak mencolok sekali adanya "Rekanan Kukuta.
Sementara itu Soleh selaku koordinator Aksi Demo mengungkapkan bahwa fakta diatas itu merupakan aturan main para pejabat tinggi di DBMPR dengan para oknum rekanan meskipun pekerjaan mereka kurang baik hasil pekerjaan mereka dari tahun 2022 itu hanya berumur pendek , tidak sampai dua tahun dah rusak lagi pada berlubang dan jadi kubangan sehingga warga pemakai jalan itu banyak yang celaka termasuk di jalur lingkar selatan Kota Sukabumi juga banyak yang berlubang .
“Terus terang kami kurang puas menyampaikan aspirasi masyarakat Sukabumi ini. Padahal jauh-jauh sebelumnya Kami sudah mengirim surat pemberiitahuan untuk Audensi ....eh malah kabur. Tapi sudah memberi kesempatan dan memberi waktu 3 X 24 Jam, Kami minta jawaban yang pasti tentang masalah aspirasi masyarakat Sukabumi Raya ini." .Tegasnya


Komentar Via Facebook :