Merasa Minimnya Perhatian Pemprov Jabar Terhadap Buruh, Lagi-lagi ABJ Gelar Unras di Depan Gedung Sate
CYBER88.CO.ID | Bandung - Massa buruh dari berbagai elemen hari ini (30/06) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, terkait merasa minimnya perhatian Pemprov Jabar, terhadap permasalahan ketenaga kerjaan.
Oleh karena itu, mereka memandang perlu untuk melakukan aksi unjuk rasa guna mengingatkan pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang dalam hal ini merupakan komando tertingi di pemprov Jabar untuk lebih peduli terhadap nasib kaum buruh. Hal tersebut dikatakan oleh Mansyur, Ketua Depencab SP Gaspermindo Kota Bandung yang di dampingi Ketua Basis Gaspermindo PT.Greentex Indonesia Utama II, Erna Hawati dan Ketua SP Gobsi Ujang Rahmat atau kerap di sapa Roy, saat mengikuti aksi tersebut.

Disampaikannya oleh Mansyur bahwa unjuk rasa kali ini yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Barat (ABJ), mendesak kepada pemprov jabar untuk membuat sebuah regulasi atau aturan yang ditujukan kepada dinas kota dan kabupaten serta perusahaan perusahaan yang ada di jawa barat untuk tidak gampang mem PHK buruh dengan alasan adanya wabah Covid-19.
Apabila terjadi PHK atau buruh yang di rumahkan, massa aksi meminta kepada pemerintah agar mewajibkan membayar upah secara penuh sesuai dengan ketentuan uu nomor 13 tahun 2003. “Kata dia
Dikatakannya juga, bahwa Massa aksi unras pun meminta kepada pemprov jabar, untuk berperan aktif membantu buruh atau pekerja yang terdampak Covid-19 baik itu yang di PHK, di rumahkan atau yang masih bekerja di perusahaan tapi upahnya tidak benar di bayarnya.
Hal senada di sampaikan oleh Roy Ketua SP Gobsi Kabupaten Bandung. Ia mengungkapkan, selama ini buruh cukup bersabar dengan kurangnya perhatian pemerintah pemprov Jabar terhadap kaum buruh dan tidak menggelar aksi unjuk rasa mengingat adanya pembatasan selama masa pandemi Covid-19.
Roy menyayangkan pada pihak pemerintah yang terkesan menina bobokan para pengusaha, apalagi dengan alasan adanya wabah pandemi Covid-19 terkesan lebih memberikan peluang kepada para pengusaha untuk berbuat kesewenang-wenangan terhadap buruh dengan alasan virus itu, tuturnya.
Saat di Tanya tentang UU Omnibus Law, Roy menjawab. Sampai kapanpun kami tidak akan pernah lelah berjuang membatalkan RUU itu. “Cetusnya.
.jpg)
Sementara Erna Hawati, Ketua Basis PT Greentex mengatakan. Kapanpun untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh sebagai ketua serikat di tingkat perusahaan akan selalu mendukung segala pergerakan termasuk aksi Unjuk rasa.
Walaupun, terkadang harus adu argument dengan pihak manajemen perusahaan untuk dapat menghadirkan anggotanya dalam mengikuti aksi-aksi semacam ini, padahal pihaknya seringkali memberikan penjelasan pada pihak perusahaan, tidak akan mengganggu keberlangsungan aktifitas kerja di perusahaan.
Dari pada di gedor, ya.. mendingan kirim perwakilan, “ Pungkas Erna. (GS)


Komentar Via Facebook :