Erna Hawati : Selamat Jalan Bambang Eka, Perjuanganmu Akan Selalu Kami Kenang

Erna Hawati : Selamat Jalan Bambang Eka, Perjuanganmu Akan Selalu Kami Kenang

Poto Saat Menjadi Ketua Basis PT Greentex Indonesia Utama II Saat Penolakan UU Ciptaker

CYBER88.CO.ID -- "Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un, wa inna ilaa rabbina lamunqalibuun, allahummaktubhu 'indaka fiil muhsinin, waj'al kitaabahu fii 'illiyyiin, wakhlufhu fii ahlihi fil ghaabirin, wa laa tahrimnaa ajrohu walaa taftinnaa ba'dahu."

"Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada tuhan kamilah kami kembali. Ya Allah, tuliskanlah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikanlah catatannya di 'illiyyin. Gantilah ia di keluarganya dari orang-orang yang menginggalkan. Janganlah engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya."

Bambang Eka, Ketua Umum Serikat Pekerja Gaspermindo, Telah berpulang ke rahmatullah pada 21 Januari 2021. Beliau adalah orang tua, guru, yang selalu menjadi panutan saya selama ini. Beliau menjadi suri teladan dalam segala bentuk perjuangan di dunia perburuhan.

Testimoni Saat Besama Sosok Bambang Eka

“Tiga tahun lebih kebelakang, saya mengenal sosok pak Bambang Eka. Saat itu awal saya bergabung dengan serikat Pekerja Gaspermindo yang kemudian selang beberapa waktu saya menjadi Ketua Basis Gaspermindo ditempat saya bekerja sampai pada akhirnya saya menyatakan sikap berhenti.

Selama perjalanan saya menjadi bagian dari Serikat Pekerja yang dipimpinnya, beliau selalu memberikan arahan, motivasi dan wawasan dalam mebela nasib kaum buruh diperusahaan tempat saya bekerja.

Beliau selalu mengatakan, bahwa dirinya merasa bangga punya kader dari kalangan perempuan. Bahkan saking bangganya, setiap saya mengikuti unjuk rasa, beliau selalu menyempatkan diri untuk berpoto bersama saya. Walaupun akhirnya saya harus memutuskan untuk keluar dari organisasi yang dipimpinnya.

Poto Erna Hawati Bersama Bambang Eka Saat Unras di Gedung Sate Bandung

Namun, apa yang pernah diberikannya selama ini merupakan ilmu yang sangat berharga dalam menjalani kehidupan.

Selama saya menjadi Ketua Serikat di perusahaan tempat saya bekerja, Beliau selalu berpesan jangan sampai terpancing dengan iming-iming yang akan diberikan oleh perusahaan apabila dampaknya akan merugikan pekerja. Karena menurutnya, memperjuangkan hak-hak buruh itu adalah sebuah ibadah.

Masih teringat dibenak saya, saat mendampinginya datang ke Markas Besar Kepolisian di Jakarta. Saat itu, saya mendamping beliau datang ke Bareskrim Polri untuk dapat menemui rekannya yang tersandung dugaan kasus penyebar Hoax yang menimbulkan kericuhan saat unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law (Ciptaker). Namun sayangnya saat itu pihak kepolisian menyatakan “Jumhur Hidayat dan Syahganda nainggolan” yang mendekam di tahanan Bareskrim tak boleh dijenguk.

Poto Erna Hawati Bersama Bambang Eka dan Sejumlah Aktivis saat di Halaman Mabes Polri

Saat itu, Beliau terlihat marah. Pasalnya, menurut pak Bambang Eka, Jumhur ditangkap oleh pihak Kepolisian dalam kondisi sakit dan belum pulih setelah dioperasi. Namun, perjuangan beliau yang ngotot ingin membebaskan sahabat-sahabatnya menjadi inisiator pembuatan Petisi “Bebaskan Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan” sampai akhir hayatnya.

Beliau juga sangat rajin membuat postingan-postingan di akun facebooknya, yang selalu mengkritik kebijakan-kebijakan Pemerintah yang dianggapnya akan menyengsarakan buruh dan saya selalu mengikutinya.

Bahkan, beliau di tahun 2019 lalu, mencoba peruntungannya mencalonkan sebagai calon anggota Legislatif provinsi Jawabarat dari partai Berkarya yang berangkat dari dapil 2 jabar. Beliau mengatakan, bahwa hal itu dilakukannya untuk memperjuangkan nasib buruh dari dalam. Namun, sayangnya beliau gagal lolos ke DPRD Provinsi karena menurutnya buruh kurang paham arti perjuangan dari dalam dan masih terkontaminasi dengan rupiah dalam menentukan hak pilihnya.  

Terakhir saya bersamanya, dua bulan kebelangan beberapa saat sebelum saya menyatakan keluar dari Gaspermindo, saya sempat makan bersama dengan beliau. Dalam situasi apapun, beliau selalu bercerita tentang perjuangan nasib kaum buruh. Saat itu beliau terus memotivasi saya.

Dari hati yang paling dalam, kami dan keluarga turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga Allah menempatkannya di tempat yang paling indah bersama dengan orang-orang beriman, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini. Aamiin ya rabbal'alamin."

Selama Jalan Pak Bambang Eka…. Perjuanganmu akan selalu kami kenang.

Ditulis Oleh : Erna Hawati

Komentar Via Facebook :