Seluruh Sapi Program Ketahanan Pangan dan Hewani Tahun 2022 di Desa Petirhilir Ciamis Hilang dari Kandang, Ketua Kelompok: Hasil Keuntungan Saya Serahkan 13 Juta ke Pak Kades

Seluruh Sapi Program Ketahanan Pangan dan Hewani Tahun 2022 di Desa Petirhilir Ciamis Hilang dari Kandang, Ketua Kelompok: Hasil Keuntungan Saya Serahkan 13 Juta ke Pak Kades

CYBER88 | Ciamis, – Beberapa warga Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis pertanyakan apa tujuan dan untuk siapa Program Ketahanan Pangan dan Hewani yang dialokasikan dari pagu dana seda sebesar 20 persen Sesuai Peraturan Presiden nomor 104 tahun 2021 tentang Rincian APBN TA 2022.

Pasalnya, yang terjadi di Desa Petirhilir, menurut warga yang tak mau disebut namanya, 20 persen pagu dana desa untuk program ketahanan pangan yang dibelikan hewan ternak (sapi), dinilai hanya untuk kepentingan Kepala Desa dan koleganya yang diberi kepercayaan untuk mengurus sapi sapi tersebut.

Warga tersebut mengungkapkan, dalam pengelolaan hewan ternak tersebut ada bagi hasil keuntungan antara pengelola dan kepala desa dengan prosentasi 60 : 40. Parahnya lagi, sambung dia, Pengurus di Kelompok itu sekeluarga.

“Sekarang sapi yang sebelumnya ada 8 ekor, kini hilang entah kemana. Kalau bagi hasil dari keuntgungan tentunya modal harus dibelikan bibit sapi kembali, “ Cetusnya

Untuk itu, ia berharap hal ini dapat diketahui oleh pihak Inspektorat, DPMD dan Bupati Ciamis dan pihak terkait dapat turun ke lapangan. 

Diketahui, total anggaran dana desa tahun 2022 Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis adalah Rp: 997.506.000. Dari 20 persen pagu, Rp.191 juta diperuntukan untuk angaran Ketahanan Pangan dan Hewani. 

Baca Juga: Diduga ada Pungli, Biaya PTSL di Desa Petirhilir Ciamis Ditarif Melebihi SKB 3 Menteri, Aktivis: Siapa yang Bertanggung Jawab

Dikonfirmasi Cyber88.co.id, Minggu (23/7), Ade Supriadi, Ketua Kelompok yang mengurus sapi tersebut membenarkan bahwa sapi program ketahanan pangan dan hewani sejak tahun 2022 berjumlah 8 ekor. Lalu dia jual, hasil keuntungannya dibagi 60 persen untuk kelompok dan 40% untuk PAD Desa.

Ade menyebut, uang hasil keuntungan penjualan sapi diserahkan pada Kepala Desa Petirhilir sebesar Rp.13juta.

Hasil penjualan yang pertama, saya serahkan uang 13 juta ke pak Kades Petirhilir. Untuk penjualan kedua tahun 2023, saya belum setor,” Ungkapnya. 

Ade mengakui kalau sampai sekarang uang hasil penjualan sapi tersebut belum dibelikan lagi.

Memang sampai sekarang saya belum pernah beli sapi lagi, adapun sapi yang berjumlah 7 ekor di kandang, itu bukan milik kelompok, tapi milik ibu Ida,” Katanya. 

Sementara, untuk susunan kepengurusan kelompok, Jabatan Ketua dan Sekertaris adalah saya, Bendahara adalah anak saya" Ungkapnya. 

Baca Juga: Razali Muhammad: Dana Desa Untuk Desa Bukan Untuk Koleg

Terpisah, Hidayatul Anwar, Sekdes Desa Petirhilir saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler menyampaikan, total anggaran ketahanan pangan tahun 2022 kurang lebih sekitar Rp.191 juta. 

“Adapun soal bagi hasil, sesuai dengan kesepakatan, setau saya 60% - 40%. namun terkait keterangan Ketua kelompok uang sejumlah 13 juta yang disetorkan kepa Kades, saya baru dengar sekarang,” Herannya. 

Anwar pun mengungkapkan bahwa untuk PAD tahun 2022 dari kelompok berkisar kurang lebih 3 - 4 juta.

“Namun untuk lebih detailnya harus lihat berkas di Desa, tapi kalau sampai nominal 13 juta, saya rasa tidak nyampai,' Ujarnya. 

Sementara itu, H. Obang Sobari, Kades Petirhilir saat dikonfirmasi baik melalui telepon seluler ataupun pesan whatshap, tidak menyampaikan tanggapan apapun alias bungkam. (Samsu)

Komentar Via Facebook :