Kepala BPJN XIV Sulteng Muhammad Syukur dan PPK 2.1 Reza Maulana Memilih Tutup Mulut

Diduga Ada Bau Korupsi Terkait Pergantian Material Pada Proyek Tinombo - Mepanga

Diduga Ada Bau Korupsi Terkait Pergantian Material Pada Proyek Tinombo - Mepanga

CYBER88 | Parigi Moutong – Proyek penanganan longsoran ruas jalan nasional Tinombo - Mepanga, dengan nomor kontrak : HK 0201/SP/PL-MT/Bb14/PJN II Sulteng/PPK 2.1/191 dengan nilai kontrak Rp 15,637.010.500 yang bersumber dari APBN Tahun 2021 melalui Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Sulteng diduga tidak sesuai spek. Kamis, (21/10/21).

Proyek tersebut memiliki item pekerjaan berupa, pembagunan 3 buah Box Culvert, serta pemasangan kubus beton sebagai pengaman abrasi pantai.

Sebagai kontraktor pelaksana, jasa konsultan di menangkan PT.Widya Rahmad Karya, untuk efisiensinya pekerjaan tersebut, ditunjuk konsultan supervisi PT.INDEC INTERNUSA (KSO) PT.SEECONS ENGGINEERING CONSULTANT- PT.SINAR PUTRA ABADI.

Pantauan media ini beberapa pekan lalu pada pekerjaan pemasangan kubus beton pengaman abrasi pantai, yang mana pada item pekerjaan pasangan batu kosong untuk dudukan kubus beton yang berukuran 80 cm x 80 cm sangat kuat dugaan menggunakan material berupa batu besar yang bercampur tanah.

​​​​​​

Bukan hanya itu, ternyata material yang di gunakan untuk mengisi pori-pori pada pasangan batu tersebut, yang berfungsi sebagai pengancing pada pasangan batu, juga di duga kuat hanya mengunakan tanah.

Kuat dugaan pihak kontraktor telah melakukan pencurian volume serta telah merubah jenis material pengancing, yang mana diduga dalam RAB material pengancing tersebut menggunakan batu kecil bukan menggunakan tanah.

Sebagaimana pengakuan pihak pelaksana proyek (kontraktor) Ibrar Magentang, seperti yang di beritakan media ini pada edisi Senin 11/10/2021, Ibrar membenarkan hal tersebut.

"Ya memang dalam spek tidak di tentukan apakah mengunakan batu kali (sungai) atau mengunakan batu gunung untuk pasangan batu kosong, dan kami menggunakan batu gunung, ya tentunya bercampur tanah, karena batu tersebut hasil galian dari gunung.

Terkait material yang di gunakan untuk menutupi pori-pori sebagai pengancing pada pasangan batu kosong, menurut Ibrar, dalam spek menggunakan batu, iya menggunakan batu juga yang tentunya ukurannya bervariasi agar bisa masuk di pori-pori pasangan batu, dan material yang kita gunakan, juga di ambil dari lokasi yang sama, air terjun Ogomojolo Desa Palasa Lambori," ucapnya kala itu.

Ketika wartawan media ini mencari fakta lebih jauh, fakta di lapangan pihak kontraktor diduga kuat menganti material dari batu menjadi tanah yang di gunakan untuk menutupi pori-pori pasangan batu sebagai pengancing, kembali Ibrar Magentang berdalih.

"Iya, ada juga batunya, memang bercampur tanah, karena materialnya di gali menggunakan alat berat excavator, jadi secara otomatis ada tanahnya," ungkap Ibrar dari telepon selulernya ketika di konfirmasi pada tanggal 10/10/2021 sekitar pukul 15.54 WITA.

Kembali media ini melakukan investigasi di lokasi proyek pada 15/10/2021, ternyata pihak kontraktor masih tetap menggunakan material batu yang bercampur tanah, menurut salah satu pekerja yang selama 8 bulan telah bekerja di proyek tersebut mengatakan, "iya yang dari PUPR juga tahu penggunaan material ini, tapi tidak ada juga di tegur," ungkap nya.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh salah satu pekerja yang meminta namanya di rahasiakan, mengatakan, "konsultan juga tahu, menggunakan material bercampur tanah, tapi hanya di biarkan, tidak ada juga di tegur, karena konsultannya sering-sering datang kelokasi pekerjaan ini," ungkap sumber.

Berdasarkan statement sumber tersebut, disimpulkan bahwa pihak BPJN XIV Sulteng melalui PPK 2.1 Reza Maulana.ST konsultan supervisi bersama Kontraktor pelaksana diduga telah melakukan korupsi untuk merubah jenis material dari batu menjadi tanah.

Dugaan tersebut semakin di perkuat, dengan sikap diam dan cuek terhadap pertanyaan kru media ini yang disampaikan via pesan singkat WhatsApp ke Kepala BPJN XIV Sulteng Muhammad Syukur, PPK 2.1 Reza Maulana.

Sampai berita ini terbit, wartawan media ini belum menerima konfirmasi dari konsultan supervisi PT INDEC INTERNUSA (KSO) PT.SEECONS ENGGINEERING CONSULTANT-PT.SINAR PUTRA ABADI.

Komentar Via Facebook :